ilustrasi gejala dyspraxia (meridianbs.co.uk)
Jika bayi mengalami dyspraxia, orang tua mungkin melihat milestone yang tertunda, seperti keterlambatan dalam mengangkat kepala, berguling, dan duduk, meskipun anak-anak dengan kondisi ini pada akhirnya dapat mencapai tonggak pencapaiannya tepat waktu.
Tanda dan gejala lain dapat mencakup:
- Posisi tubuh yang tidak biasa
- Iritabilitas umum
- Kepekaan terhadap suara keras
- Masalah makan dan tidur
- Gerakan lengan dan kaki tingkat tinggi
Saat anak tumbuh, orang tua mungkin juga mungkin akan melihat keterlambatan pada:
- Merangkak
- Berjalan
- Pelatihan toilet
- Makan sendiri
- Berpakaian sendiri
Dyspraxia membuat sulit untuk mengatur gerakan fisik. Misalnya, seorang anak mungkin ingin berjalan melintasi ruang tamu sambil membawa buku sekolahnya, tetapi mereka tidak mampu melakukannya tanpa tersandung, menabrak sesuatu, atau menjatuhkan buku.
Tanda dan gejala lain mungkin termasuk:
- Postur yang tidak biasa.
- Kesulitan dengan keterampilan motorik halus yang memengaruhi menulis, karya seni, dan bermain dengan balok dan puzzle.
- Masalah koordinasi yang membuat sulit untuk melompat, melangkahi, atau menangkap bola.
- Mengepakkan tangan, gelisah, atau mudah bersemangat.
- Makan dan minum berantakan.
- Amarah.
- Menjadi kurang fit secara fisik karena mereka menghindar dari aktivitas fisik.
Meskipun kecerdasan tidak terpengaruh, tetapi dyspraxia dapat mempersulit belajar dan bersosialisasi karena:
- Rentang perhatian yang pendek untuk tugas-tugas yang sulit
- Kesulitan dalam mengikuti atau mengingat instruksi
- Kurangnya keterampilan organisasi
- Kesulitan mempelajari keterampilan baru
- Rendah diri
- Perilaku tidak dewasa
- Kesulitan berteman
Pada orang dewasa, dyspraxia bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ada beberapa gejala potensial dan bisa berubah seiring waktu. Ini mungkin termasuk:
- Postur tidak normal
- Masalah keseimbangan dan gerakan, atau kelainan gaya berjalan
- Koordinasi tangan-mata yang buruk
- Kelelahan
- Kesulitan mempelajari keterampilan baru
- Masalah organisasi dan perencanaan
- Kesulitan menulis atau menggunakan keyboard
- Mengalami kesulitan dengan perawatan diri dan pekerjaan rumah tangga
- Kecanggungan sosial atau kurang percaya diri
Dyspraxia tidak ada hubungannya dengan kecerdasan. Jika kamu mengalaminya, kamu mungkin lebih menonjol di bidang-bidang seperti kreativitas, motivasi, dan tekad. Gejala pada setiap orang bisa berbeda-beda.