Kasus inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit radang usus terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Namun, kesadaran dan kewaspadaan klinis masih rendah sehingga banyak pasien baru terdiagnosis pada fase lanjut dengan risiko komplikasi serius.
IBD merupakan penyakit kompleks dan progresif yang memerlukan pendekatan multidisiplin, termasuk skrining infeksi seperti tuberkulosis (TBC) sebelum terapi, penilaian aktivitas penyakit, serta pemilihan terapi yang terindividualisasi sesuai standar internasional (STRIDE II).
RS Abdi Waluyo menegaskan perannya di garda terdepan untuk IBD, termasuk mengembangkan IBD Center sebagai pusat IBD pertama di Indonesia, dengan layanan one-stop service berbasis tim multidisiplin dan teknologi diagnostik modern seperti intestinal ultrasound (IUS) untuk monitoring noninvasif.
