Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi anak sakit (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi anak sakit (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kabar menyayat hati datang dari balita asal Sukabumi bernama Raya. Tubuh anak berusia 4 tahun tersebut dipenuhi oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Kondisinya yang sudah sangat parah membuatnya meninggal dunia. 

Cacingan juga dikenal sebagai helminthiasis dalam istilah medis. Kondisi ini terjadi ketika cacing parasit hidup di saluran pencernaan manusia. enyakit cacingan kerap menyerang anak-anak. Dampaknya penyerapan gizi tidak optimal, sehingga tumbuh kembang anak menjadi  terhambat.

Salah satu langkah preventif yang diterapkan yaitu pemberian obat cacing sejak usia 2 tahun. Kapan waktu yang tepat untuk minum obat? Yuk, kita pelajari pemberian obat cacing yang tepat. 

1. Penyebab cacingan pada anak

ilustrasi anak sakit (freepik.com/8photo)

Penyebaran infeksi cacing dapat melalui tanah atau makanan yang tercemar telur cacing. Tentu saja, penyakit cacingan disebabkan oleh beberapa jenis cacing. Ada beberapa jenis cacing yang sering menjadi dalangnya.

Pertama, cacing gelang yang dapat merusak lapisan usus halus dan mengganggu penyerapan makanan. Kedua, cacing cambuk yang masuk ke dinding usus besar dan menimbulkan luka pada usus. Ketiga, cacing tambang dapat melukai saluran cerna berupa perdarahan berat. Terakhir, cacing kremi yang berukuran kecil dan telurnya dapat menyebabkan gatal di anus. 

2. Tanda-tanda seseorang butuh obat cacing

ilustrasi seseorang anak sakit dan minum obat (pexels.com/Gustavo Fring)

Anak yang berusia lebih dari 2 tahun dianjurkan minum obat cacing setiap 4 hingga 6 bulan sekali karena sering kontak dengan tanah dan tempat-tempat yang kotor saat bermain. Jika ibu hamil ingin minum obat cacing, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Obat cacing baru diperlukan jika ada gejala yang menyertainya.

Laman Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut gejala infeksi cacing bisa ringan hingga berat. Namun, gejala infeksi cacing ringan biasanya tidak terlalu tampak. Beberapa gejala umum cacingan antara lain:

  • Tubuh terasa lesu

  • Tidak bersemangat menjalani aktivitas

  • Terasa mengantuk terus menerus

  • Tubuh pucat

  • Kekurangan gizi

3. Kapan waktu terbaik minum obat cacing?

ilustrasi anak minum obat (pexels.com/Ron Lach)

Obat cacing tradisional terdahulu mempunyai aturan tersendiri, tetapi obat cacing modern lebih fleksibel. Tidak ada waktu spesifik untuk meminum obat cacing. Kamu bisa mengonsumsi obat cacing ketika pagi, sore, sebelum, atau sesudah makan. 

Dilansir dari laman Vinmec, obat cacing akan bekerja optimal ketika diminum 2 jam setelah makan malam atau perut kosong di pagi hari. Meskipun efek sampingnya jarang terjadi, kamu dapat mengurangi risiko dengan minum obat setelah sarapan. Beberapa efek samping yang biasa muncul adalah nyeri perut dan mual.

4. Apakah orang dewasa perlu obat cacing?

ilustrasi orang dewasa kerja di tambang (pexels.com/Neneqo Fotógrafo)

Bahan obat cacing yang sering dijual di apotek, yaitu mebendazol dan albendazol. Obat berbahan mebendazol lebih mudah digunakan serta tidak memerlukan resep dokter. Kamu dan keluarga dapat mengonsumsi sesuai dosis yang tertera di kemasan. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan data penyakit cacingan di dunia lebih dari 260 juta anak usia prasekolah, 654 juta anak usia sekolah, 108 juta remaja putri, dan 138,8 juta ibu hamil dan menyusui. Bukan hanya anak-anak yang memerlukan obat cacing, berdasarkan data tersebut orang dewasa juga bisa terjangkit cacingan. WHO juga menyebutkan orang-orang yang berisiko terinfeksi cacingan yaitu

  • Anak-anak prasekolah;

  • Anak usia sekolah;

  • Perempuan usia subur (termasuk perempuan hamil pada trimester kedua dan ketiga dan perempuan menyusui);

  • Orang dewasa yang bekerja pada pekerjaan berisiko tinggi seperti pemetik teh atau penambang.

Selain konsumsi obat cacing, kamu dapat melakukan tindakan pencegahan infeksi cacing lainnya. Misalnya, menerapkan pola hidup sehat, memakai alas kaki, serta mencuci sayur dan buah-buahan sebelum dikonsumsi. Apakah kamu sudah rutin mengonsumsi obat cacing?

Referensi

"When Is The Optimal Time to Take Deworming Medication?". Vinmec. Diakses pada Agustus 2025.

"Kapan Balita Perlu Minum Obat Cacing ?". Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada Agustus 2025.

"Soil-transmitted Helminth Infections". WHO. Diakses pada Agustus 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team