Melakukan aktivitas berisiko, seperti hubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum suntik, atau mengalami pajanan darah di tempat kerja bisa meningkatkan risiko tertular HIV.
Sayangnya, banyak orang masih bingung kapan waktu paling tepat untuk melakukan tes HIV setelah kejadian-kejadian di atas. Tes yang dilakukan terlalu cepat bisa saja menunjukkan hasil negatif palsu, padahal virus sebenarnya sudah masuk ke dalam tubuh.
Di era medis modern seperti sekarang, tersedia berbagai jenis tes HIV dengan kemampuan deteksi yang berbeda-beda. Ada yang bisa mendeteksi virus dalam hitungan hari, ada juga yang baru akurat setelah beberapa minggu atau bulan. Memahami window period dan jenis tes yang tepat tidak hanya membantu deteksi dini, tetapi juga memungkinkan penanganan lebih cepat serta mencegah penularan ke orang lain.
