ilustrasi sakit perut (pexels.com/Sora Shimazaki)
Setelah Lebaran, beberapa penyakit cenderung muncul karena kombinasi pola makan yang tidak sehat, kurang istirahat, dan aktivitas fisik yang meningkat. Berikut beberapa penyakit yang sering muncul beserta penyebabnya.
Diare biasanya muncul karena konsumsi makanan terlalu pedas, berlemak, atau kurang higienis selama Lebaran. Selain itu, kebiasaan makan tanpa mencuci tangan atau mengonsumsi makanan dari luar tanpa memastikan kebersihan juga dapat memicu gangguan pencernaan ini. Gejalanya meliputi buang air lebih sering dan feses cair yang bisa membuat tubuh cepat lelah.
Konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin ditambah paparan asap rokok dan kafein berlebihan bisa memicu sakit tenggorokan. Gejala ini biasanya berupa rasa perih saat menelan, batuk ringan, dan rasa kering di tenggorokan.
Makanan tinggi garam dan lemak yang dikonsumsi secara berlebihan selama Lebaran dapat meningkatkan risiko hipertensi. Tekanan darah yang tinggi tidak hanya membuat kepala pusing dan mudah lelah, tapi juga dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal jika dibiarkan terus-menerus.
Aktivitas fisik yang meningkat saat Lebaran, seperti bepergian jauh atau silaturahmi ke banyak rumah dapat membuat otot menjadi pegal atau kram. Kurangnya peregangan sebelum dan sesudah aktivitas fisik juga memperburuk kondisi ini sehingga istirahat dan latihan ringan seperti stretching sangat dianjurkan untuk meringankan nyeri.
Konsumsi makanan tinggi purin seperti emping, kacang, daging organ, dan olahannya sering meningkat saat Lebaran sehingga kadar asam urat dalam tubuh naik. Kadar asam urat tinggi dapat menyebabkan sendi terasa nyeri, bengkak, dan kaku, terutama pada jari-jari kaki dan lutut.
Makanan berlemak seperti gorengan, santan, dan daging olahan dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh. Jika tidak dikontrol, kondisi ini berisiko menyebabkan penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, dan serangan jantung.
Hidangan manis khas Lebaran, termasuk kue, sirup, dan minuman bergula, dapat membuat kadar gula darah meningkat. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, risiko diabetes pun naik. Mengatur porsi makan dan memilih makanan yang lebih sehat penting untuk menjaga kestabilan gula darah.
Sekarang kamu sudah tahu kenapa banyak orang sakit setelah Lebaran. Dengan memperhatikan pola makan, cukup istirahat, dan mengatur aktivitas fisik, risiko sakit bisa dikurangi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Kenapa setelah Lebaran sering sakit perut atau diare? | Karena konsumsi makanan berlemak, pedas, atau kurang higienis selama Lebaran bisa mengganggu pencernaan. |
Mengapa sakit tenggorokan sering muncul pasca Lebaran? | Makanan/minuman terlalu panas atau dingin, kafein, dan paparan asap rokok bisa menyebabkan tenggorokan iritasi. |
Apa penyebab tekanan darah naik setelah Lebaran? | Makanan tinggi garam dan lemak, ditambah kurangnya istirahat, dapat meningkatkan risiko hipertensi. |
Referensi
"These Are 8 Types of Disease That Are Prone To Occur After Eid". Siloam Hospitals. Diakses Maret 2026.