Ilustrasi mudik (pexels.com/Photo by Abhi Manue)
Ada beberapa faktor yang membuat tubuh lebih rentan sakit saat perjalanan mudik, terutama jika perjalanan berlangsung lama dan melelahkan. Berikut penjelasannya:
Perjalanan mudik sering kali memakan waktu berjam-jam, bahkan bisa lebih dari 1 hari. Kondisi ini membuat tubuh kelelahan karena harus duduk lama, kurang bergerak, dan tetap terjaga selama perjalanan. Kelelahan tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh mudah terserang virus atau bakteri.
Banyak orang harus bangun sangat pagi untuk mengejar jadwal transportasi atau bahkan begadang guna mempersiapkan keberangkatan. Kurang tidur dapat mengganggu sistem imun karena tubuh tidak memiliki waktu cukup untuk memulihkan energi dan memproduksi sel-sel kekebalan. Akibatnya, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi selama perjalanan.
Saat mudik, jadwal makan sering tidak teratur. Beberapa orang juga lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji atau instan karena dinilai praktis untuk perjalanan. Perubahan pola makan ini dapat memengaruhi sistem pencernaan dan keseimbangan nutrisi yang akhirnya bisa membuat tubuh terasa kurang fit.
Selama perjalanan mudik, kamu biasanya berada di tempat umum seperti terminal, bandara, stasiun, atau rest area. Tempat-tempat tersebut memungkinkan terjadinya kontak dengan berbagai kuman dari orang lain atau dari permukaan benda yang sering disentuh. Jika daya tahan tubuh sedang menurun, risiko tertular penyakit juga bisa meningkat.
Perjalanan panjang sering membuat seseorang kurang minum, terutama jika sedang berpuasa atau ingin menghindari terlalu sering ke toilet selama perjalanan. Padahal, tubuh yang kekurangan cairan bisa lebih mudah merasa lelah, pusing, dan lemah. Dehidrasi juga dapat memengaruhi sistem imun sehingga tubuh menjadi lebih rentan sakit selama mudik.