ilustrasi orang sedang membersihkan kotoran tikus (unsplash.com/Anton)
Mengingat ada bakteri dan virus pada kotoran tikus, proses membersihkannya juga gak boleh sembarangan. Dilansir WebMD, pastikan kamu gak membersihkan kotoran dengan tangan kosong karena bakteri dan virus bisa dengan mudah berpindah ke tanganmu. Jadi, gunakan sarung tangan karet atau plastik. Jika ada, kamu juga bisa menggunakan masker untuk melindungi pernapasan.
Semprot area yang ada kotoran tikus dengan disinfektan secara merata dan diamkan selama 5 menit. Setelah 5 menit, bersihkan kotoran tikus dengan menggunakan tisu kertas, lalu buang tisu kertas ke dalam tempat sampah tertutup yang isinya akan segera dibuang. Bersihkan kembali area tempat kotoran tikus ditemukan dengan menggunakan disinfektan dan kain pel sekali pakai. Lepas sarung tangan karet dan buang ke tempat sampah. Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.
Keberadaan tikus di rumah memang menjengkelkan. Namun, ini bukan hanya karena hobi mereka menggigit dan merusak barang, melainkan juga karena bakteri serta virus yang mereka sebarkan melalui urin maupun kotoran. Jadi jika kamu menemukan kotoran tikus berulang kali di rumah, sebaiknya bersihkan sesegera mungkin. Terakhir, jangan lupa pasang jebakan untuk menangkap tikus dan usir jauh-jauh dari rumah.
Referensi
“Chances of Getting Sick from Mouse Droppings”. Healthline. Diakses Mei 2026.
“Hantavirus pulmonary syndrome”. Mayo Clinic. Diakses Mei 2026.
“Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)”. Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Mei 2026.
“How to Deal With Rat Poop”. WebMD. Diakses Mei 2026.
“Identify Rat Droppings”. Rentokil. Diakses Mei 2026.