Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Kotoran Tikus Bisa Sangat Berbahaya bagi Manusia?
ilustrasi tikus hitam besar (unsplash.com/Fr0ggy5)

Jika ada nominasi hewan yang paling dibenci manusia, tikus bisa jadi masuk salah satu yang teratas. Hewan ini sebetulnya hidup di sekeliling manusia. Biasanya, mereka menempati gorong-gorong atau selokan, tapi ada juga yang kecolongan masuk ke dalam rumah. Manusia membenci tikus karena suka merusak dan merupakan hewan kotor pembawa virus penyakit, termasuk hantavirus yang saat ini sudah menyerang beberapa orang di berbagai negara.

Tikus sendiri sebetulnya cenderung menghindari kontak langsung dengan manusia. Namun, bukan hanya kontak langsung yang harus kamu waspadai, melainkan juga kotoran mereka. Siapa sangka, meski berukuran kecil, kotoran tikus bisa sangat berbahaya bagi manusia. Berikut alasannya!

1. Tikus suka buang kotoran di tempat yang sama

ilustrasi tikus sedang berjalan di luar ruangan (unsplash.com/David Farkas)

Keberadaan tikus di rumah sebetulnya sangat mudah dideteksi. Biasanya, kamu akan sering mendengar benda bergerak, terutama pada malam hari. Pertanda lainnya ialah kamu mungkin menemukan kotoran tikus di beberapa bagian rumah. Adapun, kotoran tikus berwarna cokelat tua dan menghitam setelah kering dengan ukuran yang cukup kecil, yakni sekitar 1–2 sentimeter.

Di rumah, kotoran tikus umumnya ditemukan di tempat seperti lemari dapur, di balik peralatan, garasi, hingga gudang. Tikus sendiri merupakan hewan yang memiliki kebiasaan. Mereka suka melewati jalur yang sama berulang kali dan hal itu juga berlaku saat buang kotoran. Kotoran tikus dapat ditemukan di jalur-jalur yang suka mereka lewati. Jadi, jika kamu menemukan kotoran tikus di tempat yang sama berulang kali, kemungkinan besar ada tikus yang bersarang gak jauh dari tempat tersebut.

2. Kotoran tikus merupakan pembawa virus dan bakteri

ilustrasi orang sedang dirawat di rumah sakit (unsplash.com/Olga Kononenko)

Kotoran tikus memang terlihat kecil dan gak berbahaya. Namun, jangan pernah menyepelekan keberadaan kotoran tikus di rumah. Pasalnya, kotoran seukuran 1–2 sentimeter ini merupakan sumber virus dan bakteri penyebab berbagai penyakit, termasuk penyakit mematikan. Dilansir Healthline, beberapa penyakit yang umumnya ditularkan melalui kotoran tikus:

  • Salmonelosis
    Infeksi ini disebabkan bakteri salmonela. Bakteri ini biasanya hidup di usus hewan, termasuk juga hewan pengerat. Infeksi ini menyebabkan berbagai gejala, seperti diare, kram perut, sakit perut, hingga demam. Meski begitu, kebanyakan kasus biasanya hanya infeksi ringan yang dapat sembuh setelah melakukan pengobatan.

  • Hantavirus
    Hantavirus merupakan sekelompok virus yang umum ditemukan pada hewan pengerat, termasuk tikus. Meski gak semua, beberapa virus, seperti virus andes dan virus hantaan, dapat menular dari hewan ke manusia. Pada manusia, hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit berbeda. Pertama, ada hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan gejala seperti sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, hingga gagal ginjal akut dalam kasus yang lebih parah. Penyakit lainnya adalah hantavirus cardiopulmonary syndrome (HCPS) dengan gejala seperti demam, sakit otot, sakit kepala, hingga penumpukan cairan di paru-paru. 

  • Penyakit lain
    Penyakit lain yang gak kalah berbahaya adalah leptospirosis. Adapun, koriomeningitis limfositik juga bisa terjadi karena infeksi virus yang berasal dari urine maupun kotoran tikus. Dari sini, kita tahu ada banyak penyakit akibat kotoran tikus.

3. Cara membersihkan kotoran tikus yang aman

ilustrasi orang sedang membersihkan kotoran tikus (unsplash.com/Anton)

Mengingat ada bakteri dan virus pada kotoran tikus, proses membersihkannya juga gak boleh sembarangan. Dilansir WebMD, pastikan kamu gak membersihkan kotoran dengan tangan kosong karena bakteri dan virus bisa dengan mudah berpindah ke tanganmu. Jadi, gunakan sarung tangan karet atau plastik. Jika ada, kamu juga bisa menggunakan masker untuk melindungi pernapasan.

Semprot area yang ada kotoran tikus dengan disinfektan secara merata dan diamkan selama 5 menit. Setelah 5 menit, bersihkan kotoran tikus dengan menggunakan tisu kertas, lalu buang tisu kertas ke dalam tempat sampah tertutup yang isinya akan segera dibuang. Bersihkan kembali area tempat kotoran tikus ditemukan dengan menggunakan disinfektan dan kain pel sekali pakai. Lepas sarung tangan karet dan buang ke tempat sampah. Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. 

Keberadaan tikus di rumah memang menjengkelkan. Namun, ini bukan hanya karena hobi mereka menggigit dan merusak barang, melainkan juga karena bakteri serta virus yang mereka sebarkan melalui urin maupun kotoran. Jadi jika kamu menemukan kotoran tikus berulang kali di rumah, sebaiknya bersihkan sesegera mungkin. Terakhir, jangan lupa pasang jebakan untuk menangkap tikus dan usir jauh-jauh dari rumah.

Referensi
“Chances of Getting Sick from Mouse Droppings”. Healthline. Diakses Mei 2026.
“Hantavirus pulmonary syndrome”. Mayo Clinic. Diakses Mei 2026.
“Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)”. Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Mei 2026.
“How to Deal With Rat Poop”. WebMD. Diakses Mei 2026.
“Identify Rat Droppings”. Rentokil. Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎