Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Makanan Terbaik saat Sakit Campak, Bantu Cepat Pulih
ilustrasi merawat anak sakit campak (pexels.com/Cottonbro Studio)
  • Nutrisi berperan besar dalam pemulihan campak, terutama vitamin A dan protein.

  • Makanan harus mudah dicerna dan tinggi cairan untuk mencegah dehidrasi.

  • Kekurangan nutrisi dapat memperparah komplikasi, terutama pada anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini menyoroti sisi positif dari peran nutrisi dalam membantu tubuh pulih dari campak. Dengan penjelasan tentang manfaat vitamin A, protein, antioksidan, dan cairan, pembaca mendapat pemahaman bahwa pemilihan makanan yang tepat dapat memperkuat daya tahan tubuh, menjaga energi, serta mempercepat proses penyembuhan secara alami.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Infeksi campak membuat tubuh bekerja keras melawan peradangan, sekaligus meningkatkan kebutuhan energi dan nutrisi. Dalam kondisi seperti ini, makanan menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.

Sayangnya, nafsu makan sering drop saat sakit campak. Mulut terasa tidak enak, tubuh lemas, dan demam membuat makan menjadi sulit. Ketika ini terjadi, pemilihan makanan yang tepat menjadi krusial karena tak cuma penting untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga membantu sistem imun bekerja lebih efektif.

Berikut ini jenis makanan yang dianjurkan saat sakit campak.

1. Makanan tinggi vitamin A

Vitamin A adalah nutrisi kunci pemulihan campak. Suplementasi vitamin A terbukti dapat mengurangi keparahan dan risiko komplikasi campak, terutama pada anak-anak.

Sumber makanan alami vitamin A meliputi wortel, ubi jalar, bayam, dan hati. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan epitel, termasuk saluran pernapasan dan mata, dua area yang sering terdampak saat campak.

Penelitian menyebut, defisiensi vitamin A berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi berat pada campak. Oleh karena itu, memastikan asupan cukup, baik dari makanan maupun suplementasi medis, menjadi bagian penting dari terapi suportif.

2. Makanan tinggi protein

ilustrasi bubur ayam (vecteezy.com/Teeranan Bintayeb)

Protein dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi. Saat campak, tubuh mengalami peradangan sistemik, sehingga kebutuhan protein meningkat.

Sumber protein yang dianjurkan termasuk telur, ayam, ikan, tahu, dan tempe. Makanan ini membantu mempercepat proses pemulihan dan menjaga kekuatan tubuh selama sakit.

Asupan protein yang cukup selama infeksi membantu mempertahankan fungsi imun dan mempercepat penyembuhan jaringan.

3. Makanan lunak dan mudah dicerna

Saat campak, terutama jika disertai sariawan atau nyeri tenggorokan, makanan keras bisa terasa tidak nyaman. Jadi, disarankan untuk mengonsumsi makanan lunak seperti bubur, sup, atau pure. Selain lebih mudah dikonsumsi, makanan ini juga membantu memastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi meskipun nafsu makan menurun.

Menjaga asupan nutrisi selama mengalami infeksi sangat penting untuk mencegah penurunan kondisi tubuh yang lebih lanjut.

4. Buah dan sayur kaya akan antioksidan

ilustrasi anak makan buah (unsplash.com/Ugyen Tenzin)

Buah dan sayur seperti jeruk, pisang, pepaya, dan brokoli mengandung vitamin C dan antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif akibat infeksi.

Vitamin C berperan dalam mendukung sistem imun, sementara antioksidan membantu mengurangi kerusakan sel akibat peradangan.

Penelitian menunjukkan bahwa asupan antioksidan yang cukup dapat membantu mempercepat pemulihan dari infeksi virus.

5. Mencukupi kebutuhan cairan

Demam dan infeksi meningkatkan risiko dehidrasi. Karena itu, asupan cairan menjadi sangat penting selama sakit campak.

Air putih, oralit, sup, dan jus buah tanpa tambahan gula adalah pilihan yang baik. Asupan cairan membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

Dehidrasi dapat memperburuk kondisi pasien dengan infeksi, sehingga menjaga hidrasi adalah salah satu langkah paling dasar namun krusial.

6. Makanan tinggi energi

ilustrasi balita sakit campak (cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD/ID#: 24423)

Saat melawan infeksi, tubuh membutuhkan energi lebih banyak. Makanan tinggi kalori seperti nasi, kentang, atau roti dapat membantu memenuhi kebutuhan ini.

Energi yang cukup membantu tubuh mempertahankan fungsi vital dan mendukung kerja sistem imun.

Malnutrisi selama infeksi dapat memperlambat pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi.

Selain istirahat dan pengobatan gejala, pemulihan campak juga dapat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi setiap hari. Nutrisi yang tepat membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Referensi

World Health Organization. "Measles Fact Sheet and Vitamin A Supplementation." Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. "Measles Treatment and Care." Diakses Maret 2026.

E. Mayo-Wilson et al., “Vitamin a Supplements for Preventing Mortality, Illness, and Blindness in Children Aged Under 5: Systematic Review and Meta-analysis,” BMJ 343, no. aug25 1 (August 25, 2011): d5094, https://doi.org/10.1136/bmj.d5094.

"Nutrition and Immune Function." CABI Publishing eBooks, 2002, https://doi.org/10.1079/9780851995830.0000.

Caroline E. Childs, Philip C. Calder, and Elizabeth A. Miles, “Diet and Immune Function,” Nutrients 11, no. 8 (August 16, 2019): 1933, https://doi.org/10.3390/nu11081933.

“Interactions of Nutrition and Infection,” PubMed, July 1, 1976, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/776720/.

American Society for Nutrition. "Protein and Immune Health." Diakses Maret 2026.

Editorial Team