ilustrasi mie instan (pexels.com/Markus Winkler)
Makanan olahan atau ultra processed food (UPF) seperti sosis, mi instan, keripik kentang, dan sebagainya juga sebaiknya dihindari saat konsumsi Viagra. Makanan olahan tidak secara langsung berinteraksi dengan Viagra. Namun, jenis makanan ini bisa memperburuk gejala disfungsi ereksi.
Makanan olahan tinggi akan kandungan natrium (garam), gula, lemak, atau pun zat aditif lainnya. Bahan-bahan ini bisa memengaruhi sirkulasi darah di penis dan memperburuk gejala disfungsi ereksi. Oleh sebab itu, menyandingkan makanan olahan dengan Viagra mungkin akan membuat obat bekerja dengan percuma.
Ada beberapa makanan yang tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan Viagra karena bisa menurunkan kinerja obat, yaitu makanan tinggi lemak, jeruk bali, alkohol, makanan kaya nitrat, dan makanan ultra processed food. Beberapa dari makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang diperlukan tubuh. Jadi, kamu mungkin tidak perlu membatasi sepenuhnya, hanya mengurangi porsinya. Alternatif lainnya, tidak mengonsumsi makanan di atas tepat sebelum atau setelah mengonsumsi Viagra.
Referensi
“What Food Should You Avoid with Viagra? The Essential Dos and Don’ts”. GoodRx. Diakses Januari 2026.
“Food to Avoid when Taking Viagra”. Hims. Diakses Januari 2026.
“Viagra Interactions: Alcohol, Medications, and Others”. Healthline. Diakses Januari 2026.
“The Do’s and Don’ts of Taking Viagra”. Numan. Diakses Januari 2026.