Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan meriang akibat flu.
ilustrasi meriang akibat flu (pixabay.com/Silviarita)

Intinya sih...

  • Flu dapat menular sebelum gejala muncul dan hingga beberapa hari setelahnya.

  • Masa paling menular biasanya 3–4 hari pertama setelah gejala muncul.

  • Pencegahan efektif meliputi vaksinasi, isolasi saat sakit, dan perilaku bersih dan sehat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Flu (influenza) adalah infeksi virus pernapasan yang sangat mudah menyebar. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dan memengaruhi aktivitas harian serta produktivitas kerja atau sekolah. Mengetahui lama masa penularan merupakan kunci untuk menghentikan rantai penyebaran di tengah keluarga, sekolah, maupun ruang publik.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah menularkan virus flu ke orang lain sebelum gejala muncul atau bahkan ketika gejalanya terasa ringan. Dengan memahami kapan flu paling mungkin menular dan bagaimana mekanisme penularannya, kamu bisa mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif untuk orang-orang di sekitar.

Tingkat penularan sebelum gejala muncul

Sebagian besar orang yang terinfeksi influenza mulai menularkan virus sekitar satu hari sebelum gejala terlihat. Ini berarti bahwa seseorang bisa saja sudah menularkan penyakit tanpa menyadari dirinya sakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil komunitas (1-8 persen) virus shedding (pelepasan virus) bisa terjadi sebelum tanda klinis muncul, meskipun peran penularan dari keadaan presymptomatic masih dipandang lebih kecil daripada saat individu sudah bergejala.

Model matematika dalam beberapa studi juga memperkirakan bahwa transmisi sebelum muncul gejala bisa menyumbang sebagian kecil hingga cukup signifikan dari total penularan, tergantung konteks penelitian tersebut. Walau begitu, bukti empiris bagi influenza menegaskan bahwa penularan paling efektif tetap terjadi ketika gejala sudah terlihat, sehingga fokus mitigasi sering diarahkan pada fase setelah onset gejala.

Tingkat penularan setelah gejala muncul

ilustrasi bersin (pexel.com/Edward Jenner)

Ketika seseorang mulai menunjukkan gejala flu seperti demam, batuk, atau pilek, virus influenza mulai dilepaskan dalam jumlah banyak melalui sekret pernapasan. Orang yang terinfeksi paling menular selama 3–4 hari pertama sejak gejala muncul.

Secara umum, masa seseorang masih dapat menyebarkan flu berlanjut hingga sekitar 5–7 hari setelah timbulnya gejala, tergantung pada respons imun serta kondisi individu yang terinfeksi. Pada anak-anak atau individu dengan sistem imun lemah, periode ini bisa lebih panjang, bisa mencapai lebih dari 10 hari dalam beberapa kasus

Cara penularan flu

Virus influenza menyebar terutama melalui droplet atau percikan pernapasan yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernapas. Droplet ini dapat langsung masuk ke saluran pernapasan orang di dekatnya atau menempel pada permukaan yang kemudian disentuh orang lain.

Selain itu, kontak langsung dengan sekresi pernapasan (misalnya mencium atau berada sangat dekat dengan orang sakit) juga meningkatkan risiko penularan. Virus dapat tetap menempel pada tangan dan permukaan keras untuk waktu tertentu, yang berarti perilaku menyentuh wajah setelah kontak dengan permukaan terkontaminasi bisa menjadi jalur transmisi tidak langsung.

Yang perlu dilakukan saat sakit flu untuk mencegah penularan

Jika kamu atau orang di sekitarmu terinfeksi flu, langkah-langkah ini bisa membantu mengurangi risiko penularan ke orang lain:

  • Isolasi diri: Hindari kontak dekat dengan orang lain, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak kecil, atau pasien penyakit kronis, setidaknya selama 5–7 hari setelah gejala muncul.

  • Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku bagian dalam.

  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air selama minimal 20 detik.

  • Gunakan masker ketika berada di sekitar orang lain, terutama di ruang tertutup.

  • Hindari berbagi alat makan atau minum dengan orang lain saat sedang sakit.

Langkah-langkah sederhana ini dapat memutus rantai penyebaran virus dalam keluarga atau komunitas.

Cara mencegah flu

ilustrasi vaksin influenza (unsplash.com/CDC)

Pencegahan adalah kunci dalam mengurangi penularan flu, dan beberapa strategi yang efektif meliputi:

  • Vaksinasi tahunan: Flu virus terus bermutasi, sehingga vaksinasi setiap musim memberikan perlindungan terhadap strain yang diprediksi paling dominan.

  • Perilaku sehat: Menjaga kebersihan tangan, mempraktikkan etika batuk dan bersin yang baik, dan pakai masker saat musim flu dapat mengurangi risiko infeksi.

  • Jaga kebersihan lingkungan: Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh dapat mengurangi penyebaran virus.

  • Tingkatkan sistem imun melalui nutrisi sehat, olahraga teratur, dan tidur yang cukup.

Langkah-langkah ini tidak sepenuhnya mencegah infeksi, tetapi mengurangi peluang virus berpindah dari satu orang ke orang lain secara signifikan

Flu dapat menular sebelum gejala terlihat dan berlanjut hingga beberapa hari setelahnya. Masa paling menularnya biasanya 3–4 hari pertama sejak muncul gejala, meskipun seseorang dapat tetap menularkan virus hingga 5–7 hari atau lebih, terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah.

Memahami periode ini penting untuk mengatur strategi isolasi, perilaku sehat, dan langkah pencegahan sehingga penularan dalam masyarakat dapat diminalkan. Pencegahan seperti vaksinasi dan kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap menjadi fondasi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari influenza.

Referensi

"Flu Facts: Incubation Period and When It’s Contagious." Healthline. Diakses Januari 2026.

"How Flu Spreads." Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Januari 2026.

Lincoln L. H. Lau et al., “Viral Shedding and Clinical Illness in Naturally Acquired Influenza Virus Infections,” The Journal of Infectious Diseases 201, no. 10 (April 8, 2010): 1509–16, https://doi.org/10.1086/652241.

Louis Yat Hin Chan et al., “Estimating the Generation Time for Influenza Transmission Using Household Data in the United States,” bioRxiv (Cold Spring Harbor Laboratory), August 19, 2024, https://doi.org/10.1101/2024.08.17.24312064.

"About Influenza." CDC. Diakses Januari 2026.

"Flu (Influenza)." National Foundation for Infectious Diseases. Diakses Januari 2026.

Ben Killingley and Jonathan Nguyen‐Van‐Tam, “Routes of Influenza Transmission,” Influenza and Other Respiratory Viruses 7, no. s2 (August 27, 2013): 42–51, https://doi.org/10.1111/irv.12080.

"Influenza Tipe A: Gejala, Mencegah dan Mengobati." Primaya Hospital. Diakses Januari 2026.

Editorial Team