ilustrasi anak perempuan memegang boneka (freepik.com/freepik)
Banyak orang dengan medulloblastoma mempunyai hasil baik. Namun, perawatan yang digunakan bisa merusak sel normal dan menimbulkan efek samping. Beberapa orang bisa mengalami komplikasi akibat operasi atau perawatan lainnya. Dalam beberapa kasus, tumor kembali (berulang) sesudah pengobatan.
Untuk melihat ada tidaknya kekambuhan, pasien dengan medulloblastoma kemungkinan membutuhkan pemindaian MRI lanjutan dalam beberapa minggu sesudah operasi dan kemudian beberapa kali setahun setelahnya. Dilansir Cedars Sinai, kemungkinan komplikasi yang bisa muncul yaitu:
- Mual, muntah, dan kelelahan karena terapi radiasi atau kemoterapi.
- Masalah kesuburan, karena terapi radiasi atau kemoterapi.
- Tumor berulang.
- Perubahan kognitif.
- Peningkatan risiko untuk jenis kanker lain di kemudian hari di masa dewasa.
- Kerusakan organ lain, seperti jantung, tiroid, otot, atau tulang.
Untuk tingkat kelangsungan hidup medulloblastoma tergantung pada usia pasien, fitur tumor, dan seberapa banyak tumor telah menyebar. Dilansir St.Jude Children's Research Hospital, berikut ini tingkat kelangsungan hidup pasien dengan medulloblastoma:
- Jika kanker belum menyebar, maka tingkat kelangsungan hidup sekitar 70 persen.
- Jika sudah menyebar ke sumsum tulang belakang, maka tingkat kelangsungan hidup sekitar 60 persen.
- Anak-anak yang berusia di bawah 3 tahun, seringkali mempunyai tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah karena pilihan pengobatan yang aman dan efektif kemungkinan terbatas pada kelompok usia ini.
- Tingkat kelangsungan hidup untuk kelompok molekul tertentu medulloblastoma bisa bervariasi.
Sebaiknya pasien dengan medulloblastoma atau memiliki anak dengan medulloblastoma, membicarakan dengan dokter tentang risiko komplikasi pengobatan (baik jangka pendek maupun panjang), pandangan dirinya atau anaknya secara keseluruhan (prognosis), dan kemungkinan tumor akan kembali.
Selain itu, tanyakan kapan dan bagaimana cara melaporkan efek samping ke tim medis dan penanganannya. Lalu, ketahui pula bagaimana cara menghubungi tim kesehatan di malam hari, akhir pekan, dan hari libur untuk berjaga-jaga jika ada kekambuhan.