Dokter Spesialis Saraf Eka Hospital Bekasi, Novrialdi Kesuma Putra. (IDN Times/Imam Faishal)
Novrialdi juga menjelaskan perbedaan migrain dan sakit kepala biasa. Menurutnya, sakit kepala adalah kondisi ketika kepala terasa berat, tertekan, dan sakit. Sementara itu, migrain adalah salah satu bentuk sakit kepala.
"Migrain dipisahkan dari sakit kepala karena intensitas nyerinya yang cenderung lebih hebat," jelasnya.
Ada beberapa perbedaan mendasar dari migrain dan sakit kepala biasa, berikut penjelasannya:
1. Lokasi nyeri
Sakit kepala biasa sering kali terasa di seluruh kepala, dengan fokus nyeri di dahi, pelipis, atau leher bagian belakang. Sementara itu, migrain sering kali hanya terjadi di salah satu sisi.
2. Tipe nyeri
Tipe nyeri yang dirasakan antara sakit kepala biasa dan migrain pun berbeda. Sakit kepala biasa cenderung memberikan sensasi sakit seperti ditekan atau berat, sedangkan migrain memberikan sensasi sakit yang berdenyut.
3. Intensitas nyeri
Intensitas nyeri atau tingkat keparahan migrain dan sakit kepala memiliki sedikit perbedaan. Sakit kepala biasa bisa berkisar dari ringan hingga berat. Di sisi lain, nyeri akibat migrain cenderung lebih tinggi intensitasnya, dapat berkisar dari sedang hingga berat.
4. Durasi nyeri
Sakit kepala biasa cenderung lebih singkat kejadiannya, antara 5 menit hingga 4 jam. Ini berbeda dengan migrain yang bisa berlangsung antara 4 jam hingga berhari-hari, atau bahkan hitungan bulan.
5. Pemicu
Walau mirip, tetapi pemicu sakit kepala biasa dan migrain memiliki sedikit perbedaan. Sakit kepala biasa umumnya dipicu oleh stres, kecemasan, mata lelah, hingga otot yang tegang. Sementara itu, pemicu migrain dapat meliputi:
Pemicu migrain pada setiap orang bisa berbeda-beda.
Dokter Novrialdi juga menyampaikan, terdapat dua jenis migrain yang umum, yaitu migrain aura dan migrain tanpa aura.
Aura adalah sebuah sensasi yang muncul sekitar 10 hingga 30 menit sebelum serangan migrain datang. Orang yang mengalami migrain dengan aura akan mengalami sensasi berikut ini:
Kesulitan fokus atau susah konsentrasi.
Melihat kilatan cahaya atau garis yang tidak biasa.
Merasa kesemutan atau mati rasa di wajah atau tangan.
Mengalami perubahan sensasi dalam penciuman, pengecap, dan sentuhan.