Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengukur Siklus Menstruasi, Normalnya Berapa Hari?
ilustrasi kalender menstruasi (pexels.com/Leeloo)
  • Siklus menstruasi adalah proses alami bulanan yang melibatkan perubahan hormon untuk mempersiapkan kehamilan, diakhiri dengan peluruhan lapisan rahim jika tidak terjadi pembuahan.

  • Rata-rata siklus menstruasi berlangsung setiap 21–35 hari dengan durasi pendarahan 3–7 hari, dan variasi antar perempuan masih tergolong normal selama konsisten.

  • Siklus ini terdiri dari empat fase utama: menstruasi, folikular, ovulasi, dan luteal; serta akan berhenti secara bertahap saat memasuki masa menopause.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siklus menstruasi sering kali menjadi pembicaraan di tengah kehidupan perempuan. Ada yang siklusnya jauh lebih pendek, bahkan ada yang cukup lama. Setiap perempuan siklusnya pasti berbeda-beda, namun dengan catatan tetap ada rata-rata normalnya, yang mana siklus menstruasi rata-rata ini mengindikasikan bahwa tidak ada masalah kesehatan.

Nah, agar tidak bingung lagi, yuk, cari tahu melalui artikel berikut ini! Kira-kira bagaimana cara mengukur siklus menstruasi? Kemudian, berapa lama, sih, siklus menstruasi yang normal? Berikut penjelasannya.

1. Apa itu siklus menstruasi?

ilustrasi perempuan menstruasi (pexels.com/Andrea)

Siklus menstruasi merupakan serangkaian perubahan bulanan yang dialami tubuh, khususnya perempuan untuk mempersiapkan kehamilan. Setiap bulannya, perempuan melepaskan sel telur yang disebut masa ovulasi. Di mana perubahan hormonal ini mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Hormon-hormon ini bertugas mengirimkan pesan kepada rahim agar lapisannya dipertebal agar sel telur dapat menempel jika terjadi pembuahan.

Namun, jika sel telur yang dilepaskan tidak dibuahi oleh sperma, maka lapisan dinding rahim yang semula tebal akan meluruh dan keluar dari tubuh, yang kemudian keluar dalam bentuk darah melalui vagina. Proses alami ini disebut menstruasi.

2. Berapa lama siklus menstruasi yang normal?

ilustrasi kalender menstruasi (unsplash.com/Tawfiqu)

Penting untuk diketahui bahwa siklus menstruasi setiap orang berbeda-beda. Ada kalanya siklus berjalan sangat teratur atau normal setiap bulannya, namun bulan berikutnya tidak menentu atau berubah-ubah. Nah, maksud 'normal' di sini bukan berarti selalu sama dengan orang lain. Artinya, indikator yang disebut 'normal' adalah terjadi secara konsisten selama masih dalam batas wajar, seperti volume darah yang keluar bisa terasa ringan atau berat, merasakan nyeri pada beberapa titik tubuh atau bahkan tidak nyeri sama sekali, dan durasi berlangsungnya haid.

Siklus menstruasi sendiri dihitung dari hari pertama periode hingga hari pertama periode berikutnya. Dilansir Mayo Clinic, pendarahan menstruasi umumnya terjadi setiap 21 hingga 35 hari dan berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Pada awal-awal tahun setelah masa pubertas dimulai, perempuan biasanya mengalami siklus menstruasi yang lebih panjang dengan jeda waktu haid yang tidak menentu. Sementara itu, seiring bertambahnya usia, siklus menstruasi cenderung singkat dan lebih teratur.

3. Kapan menstruasi berhenti?

ilustrasi perempuan menstruasi (pexels.com/Polina)

Siklus menstruasi akan terus berlanjut sampai memasuki fase menopause. Biasanya terjadi pada usia pertengahan antara 40 tahun dan pertengahan 50-an. Saat memasuki fase menopause, siklus menstruasi tidak berhenti begitu saja. Tubuh biasanya akan mengalami proses perubahan secara bertahap.

Tubuh akan mengalami beberapa gejala saat mendekati waktu menopause, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa lebih ringan atau bahkan lebih berat dari biasanya, keringat malam atau sensasi dingin yang tiba-tiba, dan vagina yang terasa kering sehingga menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan badan.

5. Fase-fase pada siklus menstruasi

Pembalut (unsplash.com/Reproductive Health Supplies Coalition)

Sepanjang fase siklus menstruasi, kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron, naik turun. Pada fase ini otak mengalami perubahan struktural dan fungsional yang terukur sebagai respons terhadap fluktuasi hormonal, yang memengaruhi suasana hari, energi, dan rasa nyeri.

Berikut adalah empat fase siklus menstruasi, antara lain:

  1. Fase menstruasi (Hari 1-5)

Selama fase ini, rahim melepaskan lapisannya melalui vagina, yang mengakibatkan perdarahan menstruasi. Jika kehamilan tidak terjadi selama siklus sebelumnya, korpus luteum atau struktur sementara di ovarium akan luruh. Kadar progesteron dan estrogen akan menurun drastis, memicu pengelupasan lapisan rahim.

  1. Fase folikular (Hari ke 1-14)

Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung hingga ovulasi, yang biasanya terjadi sekitar hari ke-14 dalam siklus 28 hari. Selama fase folikular berlangsung, kelenjar pituitari melepaskan hormon perangsang folikel yang memberi sinyal pada ovarium untuk mengembangkan beberapa folikel atau kantong berisi cairan, yang masing-masing berisi sel telur yang belum matang. Biasanya satu folikel menjadi dominan dan terus tumbuh, sementara yang lain berhenti berkembang.

  1. Fase ovulasi (Sekitar hari ke-14)

Masa ovulasi terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, diperkirakan 13 hingga 15 hari sebelum dimulainya periode menstruasi berikutnya. Selama fase ovulasi berlangsung, terjadi lonjakan hormon luteinizing yang memicu pelepasan sel telur yang matang dari folikel dominan di ovarium.

Sel telur bergerak ke tuba falopi, di mana ia tetap hidup selama 12 hingga 24 jam. Sperma mampu bertahan hidup di saluran reproduksi hingga 5 hari. Artinya, masa subur yang sebenarnya mencakup lima hari sebelum ovulasi dan hari ovulasi itu sendiri.

  1. Fase luteal (Hari ke-15 hingga 28)

Fase luteal dimulai setelah ovulasi dan berlangsung hingga sehari sebelum menstruasi berikutnya, biasanya 11 hingga 17 hari. Fase luteal yang lebih pendek dari 10 hari dapat mengindikasikan adanya ketidakseimbangan hormon. Setelah ovulasi, folikel yang kosong kemudian berubah menjadi korpus luteum, yang menghasilkan progesteron dan sedikit estrogen untuk mempersiapkan lapisan rahim.

Rata-rata normalnya siklus menstruasi adalah setiap 21 hingga 35 hari dan berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Namun, siklus ini bervariasi, tergantung pada hormon setiap perempuan. Selama siklus menstruasi, rasa nyeri, volume darah, dan masa berlangsungnya terjadi secara konsisten, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Selama ini, apakah kamu sudah mengukur siklus menstruasi pribadimu?

Referensi

Menstrual cycle: What's normal, what's not, Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.

Menstrual Cycle (Normal Menstruation): Overview & Phases, Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

Menopause: What It Is, Age, Stages, Signs & Side Effects, Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

Stages of Menstrual Cycle: Menstruation, Ovulation ..., Healthline. Diakses pada April 2026.

Phases of The Menstrual Cycle, Evoca Women's Health. Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team