Pembalut (unsplash.com/Reproductive Health Supplies Coalition)
Sepanjang fase siklus menstruasi, kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron, naik turun. Pada fase ini otak mengalami perubahan struktural dan fungsional yang terukur sebagai respons terhadap fluktuasi hormonal, yang memengaruhi suasana hari, energi, dan rasa nyeri.
Berikut adalah empat fase siklus menstruasi, antara lain:
Fase menstruasi (Hari 1-5)
Selama fase ini, rahim melepaskan lapisannya melalui vagina, yang mengakibatkan perdarahan menstruasi. Jika kehamilan tidak terjadi selama siklus sebelumnya, korpus luteum atau struktur sementara di ovarium akan luruh. Kadar progesteron dan estrogen akan menurun drastis, memicu pengelupasan lapisan rahim.
Fase folikular (Hari ke 1-14)
Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung hingga ovulasi, yang biasanya terjadi sekitar hari ke-14 dalam siklus 28 hari. Selama fase folikular berlangsung, kelenjar pituitari melepaskan hormon perangsang folikel yang memberi sinyal pada ovarium untuk mengembangkan beberapa folikel atau kantong berisi cairan, yang masing-masing berisi sel telur yang belum matang. Biasanya satu folikel menjadi dominan dan terus tumbuh, sementara yang lain berhenti berkembang.
Fase ovulasi (Sekitar hari ke-14)
Masa ovulasi terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, diperkirakan 13 hingga 15 hari sebelum dimulainya periode menstruasi berikutnya. Selama fase ovulasi berlangsung, terjadi lonjakan hormon luteinizing yang memicu pelepasan sel telur yang matang dari folikel dominan di ovarium.
Sel telur bergerak ke tuba falopi, di mana ia tetap hidup selama 12 hingga 24 jam. Sperma mampu bertahan hidup di saluran reproduksi hingga 5 hari. Artinya, masa subur yang sebenarnya mencakup lima hari sebelum ovulasi dan hari ovulasi itu sendiri.
Fase luteal (Hari ke-15 hingga 28)
Fase luteal dimulai setelah ovulasi dan berlangsung hingga sehari sebelum menstruasi berikutnya, biasanya 11 hingga 17 hari. Fase luteal yang lebih pendek dari 10 hari dapat mengindikasikan adanya ketidakseimbangan hormon. Setelah ovulasi, folikel yang kosong kemudian berubah menjadi korpus luteum, yang menghasilkan progesteron dan sedikit estrogen untuk mempersiapkan lapisan rahim.
Rata-rata normalnya siklus menstruasi adalah setiap 21 hingga 35 hari dan berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Namun, siklus ini bervariasi, tergantung pada hormon setiap perempuan. Selama siklus menstruasi, rasa nyeri, volume darah, dan masa berlangsungnya terjadi secara konsisten, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Selama ini, apakah kamu sudah mengukur siklus menstruasi pribadimu?
Referensi
Menstrual cycle: What's normal, what's not, Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.
Menstrual Cycle (Normal Menstruation): Overview & Phases, Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.
Menopause: What It Is, Age, Stages, Signs & Side Effects, Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.
Stages of Menstrual Cycle: Menstruation, Ovulation ..., Healthline. Diakses pada April 2026.
Phases of The Menstrual Cycle, Evoca Women's Health. Diakses pada April 2026.