Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan lansia mengalami meningitis aseptik.
ilustrasi seseorang mengalami meningitis aseptik (freepik.com/stefamerpik)

Intinya sih...

  • Gejala meningitis aseptik berbeda pada orang dewasa dan anak-anak, termasuk mual, demam, lemas, dan leher kaku.

  • Meningitis aseptik disebabkan oleh virus seperti enterovirus nonpolio, arbovirus, virus flu, herpes simpleks, HIV, dan lainnya.

  • Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes lanjutan seperti kultur darah dan pungsi lumbal untuk mendiagnosis meningitis aseptik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meningitis aseptik adalah jenis meningitis yang disebabkan oleh sesuatu selain bakteri, biasanya virus. Penyakit ini menyebabkan jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan. Meningitis aseptik lebih umum daripada meningitis bakteri, tetapi gejalanya biasanya tidak terlalu parah. 

Karena sering disebabkan oleh virus, penyakit ini kadang-kadang disebut meningitis virus. Di sini, kamu akan mempelajari lebih lanjut tentang meningitis aseptik, termasuk gejala dan penyebabnya, bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini, pilihan pengobatan, dan cara pencegahannya.

1. Gejala

Gejala meningitis aseptik dapat berbeda pada orang dewasa dan anak-anak.

Gejala yang mungkin dialami orang dewasa, meliputi:

  • Mual.

  • Muntah.

  • Sakit kepala.

  • Lemas.

  • Demam.

  • Malaise atau merasa tidak enak badan secara umum.

  • Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya.

  • Leher kaku.

Sementara, gejala yang mungkin dialami anak-anak, meliputi:

  • Demam.

  • Ruam.

  • Masalah pernapasan.

  • Mudah marah.

  • Leher kaku.

2. Penyebab

Meningitis aseptik paling sering disebabkan oleh virus, baik yang menular maupun tidak menular. Penyebab terseringnya adalah enterovirus nonpolio, yaitu virus yang biasanya hanya menimbulkan gejala ringan, seperti pilek, tetapi dalam kondisi tertentu bisa menyerang sistem saraf dan menyebabkan meningitis.

Virus lain yang dapat menyebabkan meningitis aseptik, meliputi:

  • Arbovirus (misalnya, virus West Nile).

  • Virus flu.

  • Virus herpes simpleks.

  • HIV.

  • Virus koriomeningitis limfositik.

  • Virus campak dan gondongan.

  • Virus varicella-zoster, yang menyebabkan cacar air dan herpes zoster.

Bakteri, jamur, dan parasit menyebabkan meningitis aseptik lebih jarang daripada virus. Meningitis jamur mungkin terjadi jika infeksi jamur menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang.

3. Diagnosis

ilustrasi prosedur CT scan (freepik.com/Drazen Zigic)

Untuk mendiagnosis meningitis aseptik, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai gejala seseorang. Jika seseorang sakit parah, dokter kemungkinan akan merekomendasikan beberapa tes lanjutan untuk membantu mendiagnosis masalah tersebut, termasuk:

  • Kultur darah.

  • CT scan untuk memeriksa pembengkakan otak.

  • Rontgen dada.

Satu-satunya tes yang dapat memastikan apakah seseorang menderita meningitis atau tidak adalah pungsi lumbal. Pungsi lumbal adalah prosedur pengambilan cairan dari tulang belakang seseorang dan menganalisisnya untuk memeriksa infeksi virus atau bakteri. Dokter juga akan memeriksa cairan tersebut untuk melihat peningkatan protein dan sel darah putih, yang menunjukkan infeksi.

4. Pengobatan

Pilihan pengobatan untuk meningitis aseptik bervariasi tergantung pada penyebabnya. Sebagian besar orang dewasa dan anak-anak pulih secara mandiri dalam waktu dua minggu tanpa perawatan medis. Untuk pasien ini, dokter kemungkinan akan merekomendasikan perawatan standar di rumah untuk infeksi virus, termasuk istirahat dan pemberian cairan ekstra.

Terkadang, dokter dapat meresepkan obat untuk mengobati penyebab mendasar dari meningitis aseptik. Misalnya, jika penyebabnya adalah infeksi jamur, dokter dapat meresepkan obat antijamur.

5. Pencegahan

Meningitis aseptik mungkin tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, terdapat langkah-langkah yang dapat membantu mengurangi risikonya, yang meliputi:

  • Mendapatkan semua vaksin yang direkomendasikan dokter.

  • Mencuci tangan secara teratur.

  • Menghindari menyentuh mulut, mata, atau hidung.

  • Istirahat di rumah jika merasa kurang sehat.

  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Meningitis aseptik adalah meningitis yang lebih umum dan kurang parah daripada meningitis bakteri. Namun, keduanya mungkin menyebabkan gejala serupa, seperti leher kaku, sakit kepala, dan sensitivitas terhadap cahaya. Segera temui dokter jika kamu mengalami gejala meningitis.

Referensi

Health. Diakses pada Januari 2026. What Is Aseptic Meningitis?

Healthline. Diakses pada Januari 2026. What To Know About Aseptic Meningitis.

Medical News Today. Diakses pada Januari 2026. What Is Aseptic Meningitis?

Editorial Team