Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seseorang mengalami gejala flu.
ilustrasi flu (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Super flu merujuk pada influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K yang diduga berkontribusi pada lonjakan kasus di beberapa negara.

  • Perbedaan super flu dan flu biasa terletak pada tingkat penularan dan dampaknya, dengan gejala cenderung lebih berat seperti demam tinggi hingga 39-40 derajat Celsius, kelelahan ekstrem, batuk kering, dan sakit kepala yang lebih intens.

  • Flu musiman biasa umumnya menimbulkan gejala ringan hingga sedang dan membaik dalam beberapa hari tanpa keluhan berat seperti yang dikaitkan dengan super flu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Super flu belakangan ramai diperbincangkan dan memicu kekhawatiran di beberapa negara. Penyakit ini disebut menyebar cepat dan dikaitkan dengan lonjakan kasus di beberapa wilayah. Banyak orang bertanya-tanya apakah super flu benar benar berbahaya dan perlu diwaspadai sejak dini.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), subspesialis pulmonologi dan respirologi anak sekaligus anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam temu media daring pada Senin (29/12/2025).

Apa itu super flu?

Penamaan super flu, menurut dr. Nastiti, sebenarnya tidak tepat dan tidak dikenal dalam terminologi medis. Flu yang ramai dibicarakan masyarakat merujuk pada influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K yang diduga berkontribusi pada lonjakan kasus di beberapa negara.

Lahirnya istilah super flu memicu kepanikan karena dianggap sebagai penyakit baru, padahal penyebabnya adalah penularan yang cepat. Satu orang bisa menularkan virus ke dua sampai tiga orang di sekitarnya.

Cara penularannya sama seperti influenza lain, yaitu melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, serta lewat sentuhan pada benda yang terkontaminasi virus.

Perbedaan super flu dan flu biasa

Secara umum, flu disebabkan oleh virus influenza yang menyerang saluran pernapasan. Pada kasus yang disebut super flu, perbedaannya terletak pada tingkat penularan dan dampaknya. Varian ini dilaporkan lebih mudah menyebar, satu orang bisa menularkan ke dua orang atau lebih.

Gejalanya juga cenderung lebih berat, seperti demam tinggi hingga 39 sampai 40 derajat Celsius, kelelahan ekstrem, batuk kering, dan sakit kepala yang lebih intens. Durasi sakitnya pun bisa lebih lama dan membuat tubuh terasa lebih lemah.

Sebaliknya, flu musiman biasa umumnya menimbulkan gejala ringan hingga sedang dan membaik dalam beberapa hari tanpa keluhan berat seperti yang dikaitkan dengan influenza A H3N2 subclade K.

Editorial Team