Terapi cuci darah selama ini identik dengan hemodialisis yang dilakukan secara rutin di rumah sakit. Padahal, pasien gagal ginjal sebenarnya memiliki beberapa pilihan terapi lain yang juga dapat membantu menjaga kualitas hidup, salah satunya adalah Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).
Namun, pilihan terapi ini masih belum banyak diketahui. Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Richard Samosir, mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien gagal ginjal di Tanah Air langsung menjalani hemodialisis tanpa mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai alternatif terapi lain.
"Di Indonesia hampir 98 persen pasien gagal ginjal langsung masuk ke hemodialisis, sementara pilihan terapi lain seperti CAPD atau transplantasi sering tidak dijelaskan secara utuh kepada pasien,” ujar Tony dalam keterangan tertulis (10/3/2026).
Karena itu, peningkatan literasi pasien mengenai berbagai opsi terapi gagal ginjal menjadi hal yang penting. Salah satunya dengan memperkenalkan CAPD sebagai alternatif terapi yang bisa memberikan fleksibilitas lebih bagi pasien.
