ilustrasi minuman kemasan tinggi fruktosa (unsplash.com/Ozkan Guner)
Minuman manis sering dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi lemak atau tinggi purin, terutama dalam situasi santai atau berkumpul. Kombinasi ini membuat tubuh menerima beban metabolik lebih besar dalam satu waktu. Fruktosa meningkatkan produksi asam urat, sementara makanan lain bisa memperburuk penumpukan tersebut.
Selain itu, kebiasaan minum tanpa memperhatikan jumlah harian membuat paparan berlangsung terus-menerus. Tubuh akhirnya tidak memiliki cukup waktu untuk menurunkan kadar asam urat ke batas normal. Dalam kondisi tertentu, gejala bisa muncul lebih cepat meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami keluhan.
Tak hanya dipicu makanan, minuman kemasan tinggi fruktosa jadi penyebab asam urat juga. Memahami sumber tersembunyi seperti ini bisa membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali tanpa harus menghindari terlalu banyak jenis makanan. Pilihan sederhana seperti mengurangi minuman manis bisa memberi dampak besar dalam jangka panjang. Lalu, seberapa sering minuman seperti ini masih dikonsumsi setiap hari?
Referensi:
"Sugary drinks, fruit, and increased risk of gout". The BMJ. Diakses pada Maret 2026
"The Fructose-Gout Connection". Arthritis Foundation. Diakses pada Maret 2026
"Soft drinks, fructose consumption, and the risk of gout in men: prospective cohort study". The BMJ. Diakses pada Maret 2026
"What’s the Relationship Between Gout and Sugar?". Healthline. Diakses pada Maret 2026