Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bayi dibedong.
ilustrasi membedong bayi (pexels.com/Szabina Nyiri)

Intinya sih...

  • Kaki berbentuk O atau bow legs adalah kondisi ketika kedua lutut melengkung menjauh satu sama lain sehingga menyerupai huruf O, yang secara medis disebut genu varum.

  • Anggapan membedong bayi bisa mencegah atau memperbaiki kaki berbentuk O adalah mitos yang masih banyak dipercaya orang tua.

  • Praktik membedong yang terlalu rapat dapat memengaruhi perkembangan sendi panggul bayi dan berisiko mendorong bonggol panggul keluar dari posisinya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Membedong bayi masih menjadi tradisi yang lumrah dilakukan oleh banyak orang tua di Indonesia. Selain dipercaya membuat bayi tidur lebih nyenyak dan merasa aman, praktik ini juga kerap dikaitkan dengan anggapan bahwa bedong bisa membantu meluruskan kaki bayi. Namun, apakah sisi medis faktanya demikian?

Anggapan ini ditanggapi oleh dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp.OT, Subsp. A(K), dokter spesialis ortopedi konsultan ortopedi anak RS Pondok Indah – Puri Indah, yang meluruskan fakta di balik kebiasaan membedong bayi.

Mitos bedong untuk meluruskan kaki bayi

Menurut dr. Aulia, anggapan bahwa membedong bayi bisa mencegah atau memperbaiki kaki berbentuk O adalah mitos yang masih banyak dipercaya orang tua. Ia menegaskan, pada sebagian besar bayi, bentuk kaki O merupakan bagian dari proses tumbuh kembang normal dan akan membaik seiring waktu tanpa intervensi apa pun, selama tidak ada kelainan tulang tertentu.

Justru, praktik membedong yang terlalu rapat menimbulkan kekhawatiran dari sisi medis karena dapat memengaruhi perkembangan sendi panggul bayi.

Pada usia awal, struktur panggul bayi masih relatif dangkal, sehingga bedong yang menekan dan membatasi gerak kaki berisiko mendorong bonggol panggul keluar dari posisinya. Karena itu, dr. Aulia menekankan bahwa membedong sebenarnya boleh dilakukan untuk kenyamanan bayi, tetapi harus longgar dan tidak mengikat area kaki dan panggul secara kaku, agar pertumbuhan tulang dan sendi tetap optimal.

"Justru yang penting untuk edukasi ke orang tua itu, kalau membedong boleh, tapi jangan terlalu rapat. Kenapa? karena ketika dia terlalu rapat, itu bisa mendorong bonggol panggulnya keluar," jelasnya dalam temu media RS Pondok Indah pada Rabu (28/1/2026).

Dampak kaki O pada bayi

ilustrasi kaki O (vecteezy.com/Dmitrii Kiselev)

Kaki berbentuk O atau bow legs adalah kondisi ketika kedua lutut melengkung menjauh satu sama lain sehingga menyerupai huruf O, yang secara medis disebut genu varum. Menurut penjelasan dr. Aulia, pada bayi dan balita, kondisi ini umumnya tergolong normal sebagai bagian dari proses tumbuh kembang dan biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring pertambahan usia.

Namun, jika bentuk kaki O menetap setelah anak berusia di atas 2 tahun, hal ini patut diwaspadai karena bisa menandakan adanya kelainan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Selain bentuk tungkai, anak dengan kaki O juga bisa menunjukkan pola berjalan atau gait yang tampak tidak normal. Pada usia di bawah 2 tahun, kondisi ini biasanya tidak menimbulkan nyeri.

"Saat memasuki usia remaja, penderitanya dapat mengeluhkan rasa tidak nyaman hingga nyeri di panggul, lutut, dengan atau tanpa nyeri pada pergelangan kaki. Keluhan ini terjadi akibat peningkatan beban pada beberapa sendi tertentu," tambahnya.

Kesimpulannya, anggapan bahwa membedong bayi agar kaki lurus dan tidak berbentuk O adalah mitos yang perlu diluruskan. Bedong boleh dilakukan untuk kenyamanan bayi, asalkan tidak terlalu rapat dan tidak membatasi pergerakan pinggul serta kaki.

Editorial Team