ilustrasi vaksinasi (pexels.com/Nop Viwat)
Banyak orang merasa tubuhnya cukup kuat sehingga tidak membutuhkan vaksin. Padahal, konsep vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga orang-orang di sekitarnya melalui kekebalan kelompok. Individu sehat tetap bisa tertular dan menularkan penyakit kepada kelompok rentan.
Selain itu, kondisi kesehatan bisa berubah tanpa disadari. Infeksi yang ringan pada satu orang bisa menjadi berat atau fatal bagi lansia, bayi, atau penderita penyakit kronis. Vaksin membantu memutus rantai penularan sebelum itu terjadi.
Beberapa penyakit juga tidak selalu menunjukkan gejala berat di awal, tetapi dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang. Influenza, misalnya, dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, bahkan pada orang yang sebelumnya sehat.
Jadi, vaksinasi itu bukan cuma keputusan personal, tetapi juga tindakan sosial yang berbasis solidaritas dan perlindungan bersama.
Mitos vaksin bertahan bukan karena kurangnya bukti ilmiah, melainkan karena informasi yang keliru sering kali lebih mudah menyebar dibanding penjelasan berbasis data. Padahal, selama puluhan tahun, vaksin telah melalui pengujian ketat dan pengawasan berlapis yang menjadikannya salah satu alat kesehatan paling aman dan efektif.
Memahami fakta di balik mitos bukan soal memenangkan perdebatan, melainkan soal melindungi kesehatan diri sendiri dan orang lain. Di tengah banjir informasi, sains tetap menjadi kompas paling andal untuk mengambil keputusan kesehatan terbaik.
Referensi
Brendan Nyhan and Jason Reifler, “Does Correcting Myths About the Flu Vaccine Work? An Experimental Evaluation of the Effects of Corrective Information,” Vaccine 33, no. 3 (December 8, 2014): 459–64, https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2014.11.017.
"Debunking Myths about the Flu Vaccine." PAHO/WHO. Diakses Januari 2026.
"CIDRAP Op-ed: Vaccine myths that won’t die and how to counter them—part 2." CIDRAP. Diakses Januari 2026.
"CIDRAP Op-Ed: Vaccine myths that won't die and how to counter them—part 1." CIDRAP. Diakses Januari 2026.
"WHO expert group’s new analysis reaffirms there is no link between vaccines and autism." WHO. Diakses Januari 2026.
"Vaccines and immunization: Vaccine safety." WHO. Diakses Januari 2026.
"Vaccine Safety." CDC. Diakses Januari 2026.
"What's in a vaccine?." WHO. Diakses Januari 2026.
Norbert Pardi et al., “mRNA Vaccines — a New Era in Vaccinology,” Nature Reviews Drug Discovery 17, no. 4 (January 12, 2018): 261–79, https://doi.org/10.1038/nrd.2017.243.
"What is Pharmacovigilance?" WHO. Diakses Januari 2026.
"The lightning-fast quest for COVID vaccines — and what it means for other diseases." Nature. Diakses Januari 2026.
"Immunization coverage." WHO. Diakses Januari 2026.
"Flu and whooping-cough vaccines in pregnancy linked to fewer hospital visits in babies." GAVI. Diakses Januari 2026.
William V. Padula et al., “Economic Value of Vaccines to Address the COVID-19 Pandemic: A U.S. Cost-effectiveness and Budget Impact Analysis,” Journal of Medical Economics 24, no. 1 (January 1, 2021): 1060–69, https://doi.org/10.1080/13696998.2021.1965732.
Sachiko Ozawa et al., “Cost-effectiveness and Economic Benefits of Vaccines in Low- and Middle-income Countries: A Systematic Review,” Vaccine 31, no. 1 (November 8, 2012): 96–108, https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2012.10.103.
"Coronavirus disease (COVID-19): Herd immunity, lockdowns and COVID-19." WHO. Diakses Januari 2026.
Mohsen Mohammadi et al., “Association Between Influenza Infection and Cardiovascular Diseases: A Systematic Review and Meta-analysis,” JRSM Cardiovascular Disease 14 (April 1, 2025): 20480040251407014, https://doi.org/10.1177/20480040251407014.
Bahar Behrouzi et al., “Association of Influenza Vaccination With Cardiovascular Risk,” JAMA Network Open 5, no. 4 (April 29, 2022): e228873, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2022.8873.