Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi skincare
ilustrasi skincare (pexels.com/Karola G)

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kulit lembut dan sehat adalah memakai skincare. Dengan kandungan vitamin didalamnya, skincare membantu banyak orang mendapatkan kulit impiannya. Salah satu vitamin yang baik digunakan adalah pro-vitamin B5 yang biasa disebut dengan panthenol.

Panthenol merupakan kandungan yang cocok untuk kulit yang sensitif ataupun kulit kering. Makanya gak heran kalau panthenol sering digunakan untuk formula serum hingga moisturizer. Namun, tak semua bahan bisa kerja secara efektif dengan panthenol karena panthenol tidak boleh dicampur dengan bahan tertentu. Untuk lebih jelasnya, ini adalah pengertian panthenol hingga bagaimana cara aman memakainya.

1. Mengenal panthenol

ilustrasi skincare (pexels.com/Moose Photos)

Sebelum mengetahui bahan yang tidak boleh dicampur dengan panthenol, kenalan dulu dengan zat panthenol. Dikutip dari pubchem National Library of Medicine, panthenol merupakan turunan alkohol dari asam pantotenat. Bahan ini terdiri dari komponen vitamin B kompleks dan komponen penting epitel yang berfungsi normal.

Dengan berat molekul 205,25 gram/mol, panthenol berbentuk cairan transparan yang sangat kental di suhu kamar. Namun, ada juga yang berupa bubuk berwarna putih berupa natrium pantotenat atau garam asam pantotenat. Selain itu, panthenol dikenal sebagai bahan yang larut dalam air, alkohol, propilen, glikol, eter dan kloroform.

2. Manfaat panthenol

ilustrasi skincare (pexels.com/Polina)

Panthenol merupakan bahan yang mudah menembus kulit dan memiliki fungsi sebagai pelembab. Oleh karena itu, panthenol sering digunakan untuk bahan dasar skincare karena sifat pelembapnya tersebut. Selain itu, panthenol juga memiliki efek menyembuhkan luka serta antiinflamasi. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah manfaat panthenol terhadap kulit, rambut dan kuku.

  • Untuk kulit, panthenol bisa membuat kulit jadi terhidrasi, elastis dan tampak lembut. Selain itu, panthenol bisa menenangkan kulit merah, bengkak, iritasi karena bercukur atau digigit serangga

  • Untuk rambut, panthenol memberikan efek membuat rambut menjadi berkilau, lembut dan kuat. Selain itu, dapat memperlambat rambut yang menipis.

  • Tak hanya untuk kulit dan rambut saja, kuku juga lebih sehat dengan panthenol. Kuku menjadi lebih kuat, mencegah kerusakan serta terhidrasi

3. Bahan yang tidak boleh dicampur panthenol

ilustrasi skincare (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Secara umum, panthenol merupakan bahan aman dicampur dengan bahan lain. Namun, ada bahan-bahan yang sebaiknya tidak dicampur bersamanya. Bukan tidak boleh, tapi jika dicampur menyebabkan kinerja kedua bahan tersebut tidak efektif. Sebaiknya hindari mencampur panthenol dengan bahan yang memiliki pH tinggi karena dapat mengurangi efektivitas yang kemungkinan bisa membuat kulit iritasi.

4. Bahan yang boleh dicampur panthenol

ilustrasi skincare (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sebaliknya, ada beberapa bahan yang boleh dicampurkan bahkan memberikan efek lebih baik pada kulit. Kamu bisa memakainya bersamaan tanpa khawatir efek samping yang ditimbulkan. Bahan-bahan yang boleh dicampur panthenol adalah sebagai berikut.

  • Gliserin

  • Asam hialuronat

  • Ceramide

  • Humektan

5. Apakah panthenol aman?

ilustrasi hukum (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Dikutip dari WebMD, FDA menyebutkan bahwa panthenol aman digunakan untuk produk makeup serta perawatan sehari-hari. Studi juga menyebutkan bahwa sedikit sekali risiko yang ditimbulkan saat menggunakan panthenol. Bahkan dengan konsentrasi 1—5 persen dalam krim perawatan kulit, panthenol dapat meningkatkan hidrasi pada kulit.

Sejalan dengan hal tersebut, dikutip dari Healthline, organisasi Cosmetic Ingredient Review (CIR) menyebut bahwa jumlah panthenol dalam kosmetik tidak menimbulkan bahaya ketika diserap oleh tubuh. Oleh karena itu tidak ada bukti signifikan bahwa panthenol menyebabkan masalah sistemik. Untuk itu, panthenol merupakan bahan yang aman untuk dijadikan bahan perawatan kulit, rambut ataupun kuku.

Kalau belum yakin dengan panthenol, lebih baik lakukan uji produk lebih dulu dengan cara mengoles pada lengan bawah atau belakang telinga. Jika ada kemerahan, gatal atau pembengkakan dalam waktu 24 hingga 48 jam lebih baik jangan digunakan. Selain itu, untuk penggunaan pertama, lebih baik dengan konsentrasi yang rendah dulu.

Walaupun memiliki banyak manfaat, panthenol tidak boleh dicampur dengan bahan tertentu. Namun secara garis besar, panthenol merupakan produk yang aman digunakan sebagai skincare. Bisa digunakan sehari-hari bahkan bisa digunakan untuk tiga bagian tubuh sekaligus.

Referensi

“Panthenol — Compound Summary.” PubChem / NIH. Diakses Januari 2026.

“Panthenol — Drug/Ingredient Data.” CDEK Pharmacy (Purdue University). Diakses Januari 2026.

“What to Know About Panthenol.” WebMD. Diakses Januari 2026.

“Panthenol: Uses, Benefits, and Safety.” Healthline. Diakses Januari 2026.

“Panthenol Safety and Side Effects.” Healthline. Diakses Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team