ilustrasi hukum (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)
Dikutip dari WebMD, FDA menyebutkan bahwa panthenol aman digunakan untuk produk makeup serta perawatan sehari-hari. Studi juga menyebutkan bahwa sedikit sekali risiko yang ditimbulkan saat menggunakan panthenol. Bahkan dengan konsentrasi 1—5 persen dalam krim perawatan kulit, panthenol dapat meningkatkan hidrasi pada kulit.
Sejalan dengan hal tersebut, dikutip dari Healthline, organisasi Cosmetic Ingredient Review (CIR) menyebut bahwa jumlah panthenol dalam kosmetik tidak menimbulkan bahaya ketika diserap oleh tubuh. Oleh karena itu tidak ada bukti signifikan bahwa panthenol menyebabkan masalah sistemik. Untuk itu, panthenol merupakan bahan yang aman untuk dijadikan bahan perawatan kulit, rambut ataupun kuku.
Kalau belum yakin dengan panthenol, lebih baik lakukan uji produk lebih dulu dengan cara mengoles pada lengan bawah atau belakang telinga. Jika ada kemerahan, gatal atau pembengkakan dalam waktu 24 hingga 48 jam lebih baik jangan digunakan. Selain itu, untuk penggunaan pertama, lebih baik dengan konsentrasi yang rendah dulu.
Walaupun memiliki banyak manfaat, panthenol tidak boleh dicampur dengan bahan tertentu. Namun secara garis besar, panthenol merupakan produk yang aman digunakan sebagai skincare. Bisa digunakan sehari-hari bahkan bisa digunakan untuk tiga bagian tubuh sekaligus.
Referensi
“Panthenol — Compound Summary.” PubChem / NIH. Diakses Januari 2026.
“Panthenol — Drug/Ingredient Data.” CDEK Pharmacy (Purdue University). Diakses Januari 2026.
“What to Know About Panthenol.” WebMD. Diakses Januari 2026.
“Panthenol: Uses, Benefits, and Safety.” Healthline. Diakses Januari 2026.
“Panthenol Safety and Side Effects.” Healthline. Diakses Januari 2026.