ilustrasi petugas medis melakukan perawatan terhadap pasien terinfeksi virus corona (COVID-19) di instalasi khusus. ANTARA FOTO/REUTERS/Ronen Zvulun
Pada 16 Mei 2020, para peneliti mencatat bahwa terdapat 169.840 kasus COVID-19 dan 8.433 kematian akibat COVID-19 di Jerman. Bahayanya, para peneliti menemukan bahwa tiap kenaikan 1μg/m3 kadar NO2 berarti risiko masuk ICU dan kebutuhan bantuan pernapasan naik, masing-masing 3,2 persen serta 3,5 persen.
Rata-rata, para peneliti menemukan bahwa di 10 daerah dengan kadar NO2 terendah, tercatat penggunaan 28 ICU dan 19 ventilator. Namun, di kota dengan paparan NO2 tertinggi, angkanya berubah menjadi 144 ICU dan 102 ventilator. Mengapa polusi udara bisa memperparah COVID-19?
Penelitian ini menduga bahwa gangguan ini berdasar dari protein yang mengontrol inflamasi, angiotensin-converting enzyme 2 (ACE-2). Saat SARS-CoV-2 terikat ke ACE-2, inflamasi atau peradangan tubuh tak terkontrol. Ditambah efek polusi udara jangka panjang yang juga menyebabkan inflamasi, kombinasi tersebut membuat COVID-19 jadi parah.
"Paparan NO2 jangka panjang bahkan sebelum pandemik membuat orang-orang jadi lebih rentan terinfeksi COVID-19 parah," ujar pemimpin penelitian dari Universitätsmedizin Berlin, Dr. Susanne Koch, dilansir EurekAlert!.