ilustrasi tumor di rahim (news-medical.net)
Selain itu, dr. Andri bercerita dirinya pernah didatangi seorang perempuan yang merasa dirinya hamil. Dari hasil tanya jawab, ini adalah kehamilan kedua dan pasien itu diketahui memiliki riwayat janin "hilang" pada kehamilan sebelumnya.
"Ketika saya periksa, ternyata tidak dijumpai tanda-tanda kehamilan. Tidak ada janin di dalam rahim. Malah yang kita jumpai adalah tumor yang cukup besar. Tumor itu menyebabkan perubahan seperti perut membesar dan haid terganggu. Jadi, dia merasa seolah-olah itu suatu kehamilan," terangnya.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Expert Review of Molecular Diagnostics tahun 2009, sejumlah kanker epitel dapat menghasilkan subunit β-hCG yang menyebabkan kehamilan false positive ketika dites.
Sementara, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology di tahun 2017, dari 34 pasien dengan total β-hCG lebih besar dari 14 mIU/mL, 12 di antaranya memiliki β-hCG yang dikaitkan dengan tumor dan dikonfirmasi tidak hamil setelah dilakukan tindak lanjut klinis.
Mengutip Verywell Family, β-hCG merupakan tes untuk mengukur jumlah human chorionic gonadotropin (hCG) dalam darah. Hormon ini diproduksi 10 hari setelah pembuahan dan angka yang di atas normal dikonfirmasi sebagai kehamilan.