Ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk membantu mencegah gejala masalah asam lambung, seperti:
Pengaturan porsi dan frekuensi makan: Memilih makan kecil tapi beberapa kali lebih baik daripada makan satu porsi besar sekaligus, terutama pada malam hari. Ini membantu mengurangi tekanan perut dan risiko refluks.
Hindari makanan pemicu: Beberapa makanan dan minuman yang sering memicu refluks termasuk makanan berlemak tinggi, gorengan, minuman berkafein atau beralkohol, makanan pedas, dan minuman berkarbonasi. Mengurangi konsumsi jenis ini saat perayaan dapat membantu.
Perhatikan waktu makan dan posisi tubuh: Makan lebih awal, memberi jeda sebelum tidur, dan mempertahankan posisi tegak setelah makan membantu pencernaan berjalan lebih efisien dan mengurangi kemungkinan asam lambung naik ke esofagus.
Imlek seharusnya menjadi pengalaman yang menghangatkan, bukan berujung pada gangguan pencernaan. Memahami bagaimana porsi makan, makanan tinggi lemak/gula, waktu makan larut malam, serta kebiasaan tidur memengaruhi asam lambung dapat membantu merencanakan perayaan yang lebih nyaman. Dengan pengaturan porsi, pemilihan makanan yang cerdas, serta kebiasaan makan yang bijak, kamu bisa menikmati hidangan tradisional tanpa harus mengalami heartburn.
Referensi
"Gastroesophageal reflux disease (GERD)." Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.
“How to Sleep Better with GERD and Acid Reflux.” Sleep Advisor. Diakses Februari 2026.
"Eating, Diet, & Nutrition for GER & GERD." National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses Februari 2026.
"Begini Cara Mencegah Asam Lambung Naik.” Puskesmas Sesela. Diakses Februari 2026.
"Bukan Cuma Obat, Ini Tips Mencegah GERD Kambuh." Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Diakses Februari 2026.
Jakov Ivan Bucan et al., “Updates in Gastroesophageal Reflux Disease Management: From Proton Pump Inhibitors to Dietary and Lifestyle Modifications,” Gastrointestinal Disorders 7, no. 2 (April 30, 2025): 33, https://doi.org/10.3390/gidisord7020033.