Perayaan Imlek menyiratkan momen berkumpul yang penuh kehangatan dan hidangan yang berlimpah. Tak jarang keluarga menikmati makanan besar di malam hari, larut malam, atau menghabiskan banyak waktu di meja makan bersama. Namun, bagi kamu yang punya rentan terhadap asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD), pola ini bisa jadi “red flag” yang membuat gejala mudah kambuh.
Refluks gastroesofageal terjadi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, mengalir kembali ke kerongkongan (esofagus) karena katup di ujung bawah kerongkongan tidak menutup sempurna. Hal ini dapat memicu heartburn (sensasi terbakar di dada), regurgitasi, mual, dan ketidaknyamanan perut setelah makan, yang merupakan gejala umum GERD yang dipicu oleh faktor gaya hidup.
