Pencegahan utama untuk keduanya:
Memberantas sarang nyamuk.
Memakai losion antinyamuk.
Penggunaan kelambu.
Menjaga kebersihan lingkungan, jangan sampai ada genangan air.
Vaksin:
DBD sudah ada vaksinnya, tetapi penggunaannya terbatas.
Zika belum ada vaksin sampai sekarang.
Untuk Zika, pencegahan tambahan adalah seks aman, terutama jika salah satu pasangan baru dari daerah wabah.
Sekilas DBD dan Zika memang mirip di awal, tetapi dampaknya berbeda jauh. DBD lebih berbahaya secara fisik dan cepat, sedangkan Zika berbahaya secara jangka panjang, terutama bagi janin. Pemeriksaan sejak awal bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius.
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada Januari 2026. "Dengue Fever."
Cleveland Clinic. Diakses pada Januari 2026. "Zika Virus."
Difference Between. Diakses pada Januari 2026. "What is the Difference Between Zika and Dengue."
Hiolski, E. (2017). Distinguishing between Zika and dengue. C&EN Global Enterprise, 95(40), 7. https://doi.org/10.1021/cen-09540-notw3
Yan, G., Pang, L., Cook, A. R., Ho, H. J., Win, M. S., Khoo, A. L., Wong, J. G., Lee, C. K., Yan, B., Jureen, R., Ho, S. S., Lye, D. C., Tambyah, P. A., Leo, Y. S., Fisher, D., Oon, J., Bagdasarian, N., Chow, A., Smitasin, N., & Chai, L. Y. A. (2018). Distinguishing Zika and Dengue Viruses through Simple Clinical Assessment, Singapore. Emerging Infectious Diseases, 24(8), 1565–1568. https://doi.org/10.3201/eid2408.171883