Baik lupus maupun artritis reumatoid tidak bisa disembuhkan, tetapi keduanya bisa diatasi dengan obat remitif (agar penyakit tidur atau tidak aktif).
Obat yang digunakan sering tumpang tindih. Misalnya kortikosteroid, obat antimalaria (hidroksiklorokuin) untuk lupus, dan obat penekan imun atau terapi biologis (DMARDs) untuk artritis reumatoid. Namun, strategi akan disesuaikan dengan organ yang terkena dan keparahan penyakit.
Secara umum, lupus dianggap lebih beragam dan bisa lebih berbahaya jika menyerang organ penting, seperti ginjal atau otak. Sementara itu, artritis reumatoid cenderung lebih fokus pada cacat sendi dan penurunan kualitas hidup akibat keterbatasan gerak. Namun, tingkat keparahan sangat bervariasi pada setiap individu.
Demikianlah perbedaan lupus dan artritis reumatoid. Jika mengalami nyeri sendi disertai demam, ruam, atau gejala organ dalam, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis reumatologi agar lupus dan artritis reumatoid bisa dibedakan secara tepat dan diterapi sejak dini.
Referensi
Hightower Clinical. "Lupus vs Rheumatoid Arthritis: Understanding the Key Differences." Diakses pada Mei 2026.
Medical News Today. "Lupus vs. Rheumatoid Arthritis: What to Know." Diakses pada Mei 2026.
Pure Rheumatology London. "Which is Worse Lupus or Rheumatoid Arthritis (RA)." Diakses pada Mei 2026.
Ubie Health. "What’s The Difference between Lupus and Rheumatoid Arthritis or Fibromyalgia?" Diakses pada Mei 2026.