ilustrasi seorang perempuan yang sedang sakit (freepik.com/benzoix)
Virus Nipah didiagnosis lewat tes PCR dan pemeriksaan laboratorium khusus karena termasuk virus berbahaya. Sampai sekarang belum ada obat spesifik untuk virus Nipah, jadi perawatannya bersifat suportif.
Pencegahan virus Nipah berfokus pada:
Menghindari konsumsi nira kurma mentah.
Tidak kontak dengan kelelawar atau hewan sakit.
Memasak daging sampai matang.
Menggunakan APD saat merawat pasien.
Sementara itu, flu bisa dicegah dengan:
Walaupun gejala awal virus Nipah dan flu terlihat mirip, tetapi dampaknya sangat berbeda. Flu umumnya ringan dan bisa sembuh sendiri, sementara infeksi virus Nipah bisa berkembang cepat menjadi radang otak mematikan.
Jadi, jika ada demam dan gejala flu yang tidak biasa, apalagi disertai gangguan kesadaran atau kejang, jangan anggap remeh. Lebih baik periksa ke fasilitas kesehatan secepatnya. Waspada bukan berarti panik, tetapi peduli pada keselamatan diri sendiri dan orang sekitar.
Referensi
"Nipah virus: Facts for Clinicians." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada Februari 2026.
"Nipah Virus Infection." Communicable Diseases Agency. Diakses pada Februari 2026.
"Nipah Virus Vs Common Flu – How To Differentiate?" Only My Health. Diakses pada Februari 2026.
Singh, R. K., Dhama, K., Chakraborty, S., Tiwari, R., Natesan, S., Khandia, R., Munjal, A., Vora, K. S., Latheef, S. K., Karthik, K., Malik, Y. S., Singh, R., Chaicumpa, W., & Mourya, D. T. (2019). "Nipah virus: epidemiology, pathology, immunobiology and advances in diagnosis, vaccine designing and control strategies – a comprehensive review." Veterinary Quarterly, 39(1), 26–55. https://doi.org/10.1080/01652176.2019.1580827.
"Nipah Virus: What Is It, Where Is It Found and How Does It Spread?" UK Health Security Agency. Diakses pada Februari 2026.
"Nipah Virus." World Health Organization. Diakses pada Februari 2026.