Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kolesterol LDL dan HDL.
ilustrasi kolesterol LDL dan HDL (vecteezy.com/Narupon Promvichai)

Intinya sih...

  • Puasa Ramadan dapat memengaruhi profil kolesterol tubuh, tetapi manfaatnya bergantung pada pola makan dan gaya hidup saat sahur dan berbuka.

  • Orang dengan kolesterol tinggi perlu berkonsultasi dengan dokter dan menyiapkan rencana pola makan serta pemantauan selama Ramadan.

  • Pemilihan makanan, aktivitas fisik, dan kontrol berat badan memainkan peran penting dalam menjaga kolesterol saat berpuasa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ramadan adalah momentum ibadah yang dinantikan muslim setiap tahun. Namun, perubahan besar dalam jam makan dan aktivitas sehari-hari bisa memengaruhi tubuh, terutama bagi mereka dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk kolesterol tinggi. Bagi sebagian orang, puasa bisa menjadi peluang untuk menata ulang pola hidup; bagi yang lain, ini bisa menjadi tantangan kesehatan.

Kolesterol tinggi, atau hiperlipidemia, merupakan kondisi ketika kadar lemak dalam darah, termasuk LDL (kolesterol jahat), melebihi batas aman. Jika tidak dikelola dengan tepat, ini berkontribusi pada penyakit jantung, stroke, dan berbagai masalah kardiovaskular. Para ahli menganjurkan pendekatan yang hati-hati ketika orang dengan kolesterol tinggi menjalani puasa yang lama tanpa asupan makanan dan minuman sepanjang hari.

Namun ada kabar baik.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan selama Ramadan ternyata dapat berdampak positif pada profil lipid darah jika diterapkan dengan benar. Menurut hasil studi, puasa Ramadan dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) dan menurunkan LDL serta total kolesterol ketika diikuti dengan pola makan yang sehat dan seimbang.

1. Perlukah persiapan khusus sebelum Ramadan?

Jawabannya adalah ya, terutama bila kamu memiliki kolesterol tinggi atau faktor risiko kardiovaskular lain.

Sebelum memulai puasa Ramadan, ada beberapa langkah persiapan yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan tanpa mengorbankan kesehatan.

Jika kamu punya kolesterol tinggi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi yang memahami kondisimu. Mereka akan memeriksa:

  • Riwayat kadar kolesterol terakhir.

  • Profil lipid lengkap (termasuk LDL, HDL, dan trigliserida).

  • Pengobatan kolesterol yang sedang dijalani.

  • Penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes.

Evaluasi ini penting untuk menentukan apakah puasa aman dan apakah perlu penyesuaian obat atau suplemen sebelum dan selama Ramadan.

2. Risiko yang perlu diperhatikan saat puasa dengan kolesterol tinggi

ilustrasi kolesterol dalam tubuh (vecteezy.com/Narupon Promvichai)

Walaupun beberapa studi menunjukkan efek baik terhadap kolesterol selama Ramadan, tetapi perubahan ekstrem dalam asupan makanan juga bisa membawa risiko:

  • Fluktuasi lipid darah

Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan HDL sementara LDL cenderung menurun saat Ramadan, tetapi efek ini bisa bervariasi tergantung pola makan dan aktivitas individu.

  • Asupan makanan yang kurang tepat

Berbuka atau sahur dengan makanan tinggi lemak jenuh, gorengan, atau gula dapat membalikkan potensi manfaat puasa terhadap profil lipid darah. Pilihan makanan yang kurang sehat justru meningkatkan risiko LDL tinggi dan gangguan metabolik.

  • Berat badan dan pola aktivitas

Perubahan aktivitas fisik yang drastis, misalnya kurang bergerak saat siang hari, dapat memengaruhi metabolisme lipid. Menjaga pola aktivitas ringan sampai sedang tetap penting untuk membantu metabolisme lemak.

3. Tips memantau kolesterol selama Ramadan

Berikut tips memantau kolesterol selama bulan puasa Ramadan:

  • Pilihan asupan sahur dan buka puasa yang sehat: Fokus pada makanan tinggi serat, sayuran, buah, protein tanpa lemak, dan lemak sehat seperti kacang atau ikan, serta batasi makanan tinggi lemak jenuh dan gula olahan.

  • Tetap aktif secara fisik: Aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah buka puasa dapat membantu metabolisme.

  • Hidrasi dan pola tidur yang baik: Kekurangan cairan atau gangguan tidur dapat memengaruhi regulasi metabolik, yang berpotensi memengaruhi kadar lipid darah.

  • Lanjutkan pengobatan sesuai petunjuk dokter: Jangan menghentikan obat kolesterol tanpa arahan medis, bahkan saat berpuasa. Penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

Puasa Ramadan bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki profil kolesterol jika direncanakan dengan strategi pola makan dan gaya hidup yang tepat. Penelitian menunjukkan tren peningkatan HDL dan penurunan LDL selama puasa, tetapi hasilnya sangat dipengaruhi oleh pola makan, komposisi nutrisi, serta aktivitas harian.

Orang dengan kolesterol tinggi sebaiknya memulai Ramadan dengan persiapan matang, termasuk konsultasi dengan tenaga kesehatan, pemantauan lipid secara berkala, dan pilihan makanan yang mendukung kesehatan jantung. Dengan pendekatan yang tepat, puasa bisa dijalani secara aman tanpa menambah risiko kesehatan jangka panjang.

Referensi

Ahmed Adlouni et al., “Fasting During Ramadan Induces a Marked Increase in High-Density Lipoprotein Cholesterol and Decrease in Low-Density Lipoprotein Cholesterol,” Annals of Nutrition and Metabolism 41, no. 4 (January 1, 1997): 242–49, https://doi.org/10.1159/000177999.

Aradhna Sharma et al., “Effects of Ramadan Fasting on Serum Lipid Profile,” Journal of Family Medicine and Primary Care 9, no. 5 (January 1, 2020): 2337, https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_550_19.

"Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan." Kementerian Kesehatan RI. Diakses Februari 2026.

Editorial Team