Ramadan adalah momentum ibadah yang dinantikan muslim setiap tahun. Namun, perubahan besar dalam jam makan dan aktivitas sehari-hari bisa memengaruhi tubuh, terutama bagi mereka dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk kolesterol tinggi. Bagi sebagian orang, puasa bisa menjadi peluang untuk menata ulang pola hidup; bagi yang lain, ini bisa menjadi tantangan kesehatan.
Kolesterol tinggi, atau hiperlipidemia, merupakan kondisi ketika kadar lemak dalam darah, termasuk LDL (kolesterol jahat), melebihi batas aman. Jika tidak dikelola dengan tepat, ini berkontribusi pada penyakit jantung, stroke, dan berbagai masalah kardiovaskular. Para ahli menganjurkan pendekatan yang hati-hati ketika orang dengan kolesterol tinggi menjalani puasa yang lama tanpa asupan makanan dan minuman sepanjang hari.
Namun ada kabar baik.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan selama Ramadan ternyata dapat berdampak positif pada profil lipid darah jika diterapkan dengan benar. Menurut hasil studi, puasa Ramadan dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) dan menurunkan LDL serta total kolesterol ketika diikuti dengan pola makan yang sehat dan seimbang.
