Amarah bukan sekadar emosi negatif yang harus ditekan atau dihindari. Amarah sering muncul sebagai sinyal bahwa ada batas yang terlanggar, kebutuhan yang tidak terpenuhi, atau kelelahan emosional yang sudah menumpuk terlalu lama. Sayangnya, banyak orang terbiasa “menyimpan” marahnya sendiri tanpa tahu harus menyalurkannya ke mana.
Salah satu cara yang relatif aman dan reflektif untuk mengelola amarah adalah journaling. Namun, tidak semua jenis journaling cocok untuk semua orang, terutama karena bentuk amarah berbeda-beda. Kuis singkat ini membantumu mengenali jenis amarah yang paling sering kamu rasakan, sekaligus menemukan gaya journaling yang mungkin paling pas untuk meredakannya.
