Beberapa tahun lalu, sejumlah dokter di Kanada mulai melakukan sesuatu yang tidak biasa, yaitu “meresepkan” pasien mengunjungi museum.
Pasien benar-benar diberi akses gratis ke museum seni lokal dengan harapan aktivitas itu bisa membantu kesehatan mental dan fisik mereka.
Saat itu, gagasan tersebut terdengar seperti pendekatan humanis yang menarik, tetapi mungkin terlalu idealistis untuk dianggap serius secara ilmiah. Kini, penelitian baru dari Inggris memberi dasar ilmiah yang lebih kuat.
Studi dari University College London menemukan bahwa rutin terlibat dalam aktivitas seni dan budaya berkaitan dengan penuaan biologis yang lebih lambat. Menariknya, efek ini bahkan terlihat pada aktivitas yang tampak sederhana, seperti pergi ke museum, menghadiri pameran seni, bernyanyi, menari, melukis, membuat kerajinan tangan, atau mengunjungi perpustakaan.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Innovation in Aging dan melibatkan lebih dari 3.500 orang dewasa di Inggris. Para peneliti menganalisis seberapa sering peserta melakukan aktivitas seni atau budaya, lalu membandingkannya dengan berbagai jam biologis berbasis epigenetik—alat ilmiah yang digunakan untuk memperkirakan seberapa cepat tubuh mengalami penuaan biologis, bukan hanya usia berdasarkan tanggal lahir.
