Hubungan antara alkohol dan kanker kolorektal sebenarnya bukan hal. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya seberapa sering seseorang minum, melainkan berapa lama dan seberapa banyak alkohol dikonsumsi sepanjang hidup, yang berperan besar dalam membentuk risiko kanker.
Dipublikasikan pada 26 Januari dalam jurnal CANCER, para peneliti menganalisis data dari Prostate, Lung, Colorectal, and Ovarian (PLCO) Cancer Screening Trial milik National Cancer Institute (NCI). Seluruh partisipan—sebanyak 88.092 orang dewasa di Amerika Serikat (AS)—tidak memiliki kanker saat penelitian dimulai.
Selama masa pemantauan hingga 20 tahun, tercatat 1.679 kasus kanker kolorektal. Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten, bahwa makin berat konsumsi alkohol seumur hidup, makin tinggi risikonya.
Orang yang dikategorikan sebagai peminum berat, yaitu yakni mereka yang rata-rata mengonsumsi 14 gelas alkohol atau lebih per minggu sepanjang hidupnya, memiliki risiko 25 persen lebih tinggi terkena kanker kolorektal dibanding mereka yang hampir tidak minum alkohol. Risiko ini melonjak tajam pada kanker rektum, dengan peningkatan hingga 95 persen.
Pola minum juga berperan. Mereka yang merupakan peminum berat sejak usia dewasa muda hingga tua memiliki risiko kanker kolorektal 91 persen lebih tinggi dibanding orang yang konsisten minum dalam jumlah ringan.
