Dalam budaya Lebaran, menolak makanan sering dianggap kurang sopan, apalagi yang menawarkan adalah tuan rumah atau orang yang lebih tua. Banyak orang akhirnya makan bukan karena lapar, tetapi karena ingin menghargai tuan rumah.
Secara psikologis, ini dikenal sebagai external eating, yaitu makan karena faktor luar, bukan sinyal tubuh. Studi menunjukkan bahwa perilaku ini berkaitan dengan makan berlebihan dan peningkatan asupan kalori.
Kebiasaan ini membuat seseorang kehilangan koneksi dengan sinyal lapar dan kenyang alami tubuh.
Banyak kebiasaan Lebaran terasa normal karena menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan. Namun, tubuh tetap merespons setiap perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas dengan cara yang sama tanpa kompromi.
Menikmati Lebaran tidak harus berarti mengabaikan kesehatan. Dengan sedikit penyesuaian, kamu tetap bisa menikmati hidangan dan momen kebersamaan tanpa harus menghadapi efek merugikan setelahnya.
Referensi
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Acid Reflux (GER & GERD) in Adults.” Diakses Maret 2026.
David J.A. Jenkins et al., “Nibbling Versus Gorging: Metabolic Advantages of Increased Meal Frequency,” New England Journal of Medicine 321, no. 14 (October 5, 1989): 929–34, https://doi.org/10.1056/nejm198910053211403.
American Heart Association. “Saturated Fat.” Diakses Maret 2026.
World Health Organization. "Guideline: Sugars Intake for Adults and Children." Diakses Maret 2026.
Mayo Clinic. “GERD - Symptoms and Causes.” Diakses Maret 2026.
Richard Patterson et al., “Sedentary Behaviour and Risk of All-cause, Cardiovascular and Cancer Mortality, and Incident Type 2 Diabetes: A Systematic Review and Dose Response Meta-analysis,” European Journal of Epidemiology 33, no. 9 (March 27, 2018): 811–29, https://doi.org/10.1007/s10654-018-0380-1.
National Sleep Foundation. “Sleep and Health.” Diakses Maret 2026.
O’Connor, D. B., & Conner, M. (2011). Effects of stress on eating behavior. In R. J. Contrada & A. Baum (Eds.). "The handbook of stress science: Biology, psychology, and health" (pp. 275–286). Springer Publishing Company.