Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Sleep Hygiene? Ini Cara Mudah Menerapkannya Setiap Hari
ilustrasi seorang wanita yang sedang tidur (freepik.com/freepik)
  • Sleep hygiene menekankan pentingnya pola hidup dan lingkungan tidur yang teratur agar tubuh mendapat istirahat berkualitas, bukan sekadar tidur cepat atau lama.
  • Paparan cahaya biru dari gadget sebelum tidur dapat menghambat produksi melatonin, membuat otak sulit rileks dan menyebabkan gangguan tidur.
  • Konsistensi jadwal tidur, suasana kamar yang nyaman, serta rutinitas relaksasi sebelum tidur membantu meningkatkan kualitas istirahat dan menjaga tubuh tetap segar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, istilah sleep hygiene semakin sering muncul di media sosial, terutama saat banyak orang mulai sadar pentingnya kualitas tidur untuk kesehatan. Tak sedikit yang mencoba tidur lebih cepat, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, sampai membuat kamar jadi lebih nyaman demi bisa istirahat dengan nyenyak. Namun, masih banyak juga yang bingung sebenarnya apa itu sleep hygiene dan apakah kebiasaan ini benar-benar berpengaruh pada tubuh. 

Padahal, durasi tidur yang panjang belum tentu membuat tubuh benar-benar beristirahat dengan optimal jika pola tidur dan kebiasaan sehari-hari masih kurang teratur. Akibatnya, banyak orang tetap merasa lemas, sulit fokus, atau mudah mengantuk meski sudah tidur cukup lama di malam hari. Karena itu, penting untuk memahami apa itu sleep hygiene agar kualitas tidur bisa lebih baik dan tubuh terasa lebih segar setiap hari.

1. Sleep hygiene bukan sekadar tidur cepat

ilustrasi wanita yang sedang tidur dengan lampu tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Masih banyak orang yang menganggap sleep hygiene hanya sebatas kebiasaan tidur lebih cepat di malam hari. Padahal, istilah ini mencakup berbagai pola hidup dan kondisi lingkungan yang berperan dalam membantu tubuh memperoleh tidur yang benar-benar berkualitas. Karena itu, seseorang tetap bisa merasa lelah meski sudah tidur selama delapan jam jika jadwal tidur, kebiasaan sebelum tidur, dan waktu istirahatnya masih tidak teratur.

Kebiasaan seperti begadang saat akhir pekan atau tidur sambil menonton video juga bisa mengganggu kualitas istirahat tanpa disadari. Dalam jangka panjang, pola tidur yang berantakan dapat memengaruhi fokus, suasana hati, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, sleep hygiene lebih menekankan pada kualitas tidur yang stabil daripada sekadar durasi tidur semata.

2. Bermain gadget sebelum tidur sering jadi penyebab utama

ilustrasi scrolling media sosial sebelum tidur (pexels.com/Ron Lach)

Banyak orang yang terbiasa scrolling media sosial atau menonton video di ponsel sebelum tidur karena dianggap bisa membantu melepas penat setelah seharian beraktivitas. Tanpa sadar, paparan cahaya biru dari layar gadget ternyata dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yaitu hormon alami yang berperan mengatur rasa kantuk dan siklus tidur tubuh. Akibatnya, otak tetap terjaga dan sulit rileks, sehingga seseorang tetap susah tidur meski tubuh sebenarnya sudah lelah. 

Kondisi ini sering membuat seseorang sulit tidur lebih cepat atau mudah terbangun di tengah malam. Bahkan, tidak sedikit orang yang akhirnya tidur larut hanya karena terus menonton video pendek tanpa henti. Untuk mengatasinya, cobalah membatasi penggunaan gadget setidaknya tiga puluh menit sebelum tidur agar tubuh lebih rileks.

3. Jadwal tidur yang berubah-ubah membuat sulit beradaptasi

ilustrasi jam tidur yang teratur (magnific.com/lookstudio)

Banyak orang terbiasa tidur jauh lebih malam saat akhir pekan karena ingin bersantai atau mengejar waktu hiburan setelah sibuk bekerja. Masalahnya, ketika hari kerja dimulai, tubuh dipaksa kembali bangun pagi sehingga pola tidur berubah secara drastis dalam waktu singkat. Kebiasaan tidur yang tidak konsisten seperti ini dapat mengganggu ritme alami tubuh atau body clock, sehingga tubuh sulit mengenali kapan waktunya beristirahat dan kapan harus tetap terjaga.

Dampaknya, rasa kantuk di siang hari menjadi lebih sering muncul meski malam sebelumnya sudah tidur cukup lama. Kondisi tersebut juga dapat membuat tubuh terasa kurang segar saat bangun pagi. Karena itu, menjaga jam tidur dan bangun yang konsisten setiap hari menjadi bagian penting dari sleep hygiene.

4. Suasana kamar ternyata sangat memengaruhi kualitas tidur

ilustrasi pencahayaan redup saat tidur (magnific.com/tirachardz)

Tidak sedikit orang merasa tubuhnya sudah sangat capek setelah seharian beraktivitas, tetapi tetap kesulitan untuk benar-benar terlelap saat malam hari. Kondisi ini sering dipengaruhi oleh suasana kamar yang kurang mendukung, seperti cahaya lampu yang terlalu terang, suara bising, atau suhu ruangan yang terasa tidak nyaman. Akibatnya, otak tetap berada dalam kondisi waspada sehingga tubuh lebih sulit masuk ke fase tidur nyenyak dan berkualitas.

Misalnya, suara notifikasi ponsel atau lampu kamar yang terlalu terang dapat membuat tidur menjadi lebih mudah terganggu. Akibatnya, seseorang sering terbangun berkali-kali dan merasa kurang segar saat pagi hari. Membuat kamar terasa lebih tenang, redup, dan nyaman bisa membantu tubuh beristirahat dengan lebih optimal.

5. Konsumsi kafein di malam hari sering dianggap sepele

ilustrasi minum teh (freepik.com/freepik)

Tidak sedikit orang yang terbiasa minum kopi atau teh pada malam hari, baik saat menyelesaikan pekerjaan maupun sekadar bersantai sebelum tidur. Namun, kandungan kafein dalam minuman tersebut dapat tetap aktif di dalam tubuh selama beberapa jam dan membuat otak terus berada dalam kondisi waspada. Akibatnya, tubuh jadi lebih sulit merasa mengantuk sehingga seseorang tetap terjaga meski sudah lama berbaring di tempat tidur.

Bahkan, efek kafein juga dapat membuat tidur menjadi kurang nyenyak dan mudah terbangun di malam hari. Kebiasaan ini sering tidak disadari karena tubuh memang terasa lelah, tetapi pikiran masih sulit rileks. Jika ingin tidur lebih berkualitas, cobalah mengurangi minuman berkafein beberapa jam sebelum waktu tidur.

6. Rutinitas kecil sebelum tidur bisa membantu tubuh tetap rileks

ilustrasi membaca buku sebelum tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak orang terbiasa langsung berbaring setelah lelah beraktivitas sepanjang hari dengan harapan bisa segera tertidur. Namun, tubuh dan otak sebenarnya tidak bisa langsung berpindah dari kondisi sibuk menjadi benar-benar rileks dalam waktu singkat. Karena itu, melakukan rutinitas sederhana sebelum tidur dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang dan membuat tubuh lebih siap memasuki waktu istirahat.

Misalnya, membaca buku ringan, mendengarkan musik yang menenangkan, atau mandi air hangat dapat membuat tubuh terasa lebih santai. Kebiasaan kecil seperti ini juga membantu mengurangi stres dan pikiran berlebihan yang sering muncul di malam hari. Dengan rutinitas yang konsisten, tubuh akan lebih mudah mengenali waktu tidur sehingga kualitas istirahat menjadi lebih baik.

Menerapkan sleep hygiene bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuh mendapatkan istirahat yang lebih berkualitas setiap hari. Kebiasaan kecil seperti menjaga jadwal tidur, mengurangi penggunaan gadget, hingga menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat memberi pengaruh besar bagi kesehatan. Jika dilakukan secara konsisten, tidur tidak hanya terasa lebih nyenyak, tetapi juga membuat tubuh dan pikiran lebih segar saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Referensi

“Efektivitas Sleep Hygiene Terhadap Kualitas Tidur Remaja.” Jurnal Pendidikan Tambusai. Diakses Mei 2026.

“Hubungan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur Siswa Keperawatan SMK 8 Batam.” Jurnal Kesehatan Tambusai. Diakses Mei 2026.

“Hubungan Tingkat Stres dan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran.” Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia. Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team