Rumah sakit sering dianggap sebagai ruang paling terkontrol dalam hal kebersihan dan ventilasi. Namun, studi terbaru dalam jurnal Respiratory Medicine menunjukkan kenyataan yang lebih rumit.
Tim peneliti dari Kirby Institute melakukan pengambilan sampel udara dan permukaan di instalasi gawat darurat (IGD) dan ICU sebuah rumah sakit metropolitan besar di Sydney, Australia, selama dua gelombang COVID-19 (November 2023–Juli 2024). Hasilnya: 39 persen (20 dari 51) sampel aerosol positif mengandung RNA (asam ribonukleat, molekul genetik yang mirip dengan DNA) SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.
Temuan ini muncul meskipun sistem ventilasi rumah sakit memenuhi standar pergantian udara yang baik. Artinya, sirkulasi udara saja belum tentu cukup saat aktivitas penularan di komunitas sedang meningkat.
