Kanker pankreas kerap datang tanpa suara. Gejalanya samar, diagnosis sering terlambat, dan angka harapan hidupnya masih menjadi salah satu yang terendah di antara kanker lainnya. Di balik agresivitasnya, para ilmuwan menduga ada mekanisme biologis yang membuat tumor ini mampu menyebar bahkan sebelum benar-benar terdeteksi.
Sebuah studi baru dari Brasil memberi gambaran lebih jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular and Cellular Endocrinology ini menunjukkan bahwa kanker pankreas tidak bekerja sendirian, yang ternyata juga “merekrut” sel-sel sehat di sekitarnya untuk membantunya menyerang jaringan saraf dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Temuan ini tidak hanya membantu menjelaskan mengapa kanker pankreas begitu sulit diobati, tetapi juga membuka peluang baru untuk terapi yang lebih presisi dan personal di masa depan.
