ilustrasi pasangan berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/freepik)
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini belum berarti bahwa penggunaan nikotin oleh ayah secara langsung menyebabkan diabetes pada anak manusia. Namun, hasil penelitian ini memberi petunjuk penting mengenai bagaimana faktor lingkungan pada ayah dapat memengaruhi keturunannya.
Menurut peneliti, temuan tersebut mendukung gagasan bahwa perawatan kesehatan sebelum kehamilan (preconception care) seharusnya tidak hanya berfokus pada ibu, tetapi juga pada ayah. Kebiasaan seperti merokok, menggunakan rokok elektronik, atau produk nikotin lainnya mungkin memiliki dampak biologis yang lebih luas daripada yang selama ini dipahami.
Diabetes itu sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kerusakan saraf, serta penyakit ginjal. Karena itu, memahami faktor risiko sejak sebelum kelahiran menjadi makin penting.
Para peneliti juga menyoroti bahwa bentuk konsumsi nikotin modern, seperti vaping atau nicotine pouch, belum sepenuhnya bebas dari risiko kesehatan.
Studi ini menambah pemahaman bahwa kesehatan calon ayah sebelum memiliki anak mungkin berperan dalam membentuk kesehatan metabolik generasi berikutnya. Meskipun penelitian ini masih dilakukan pada hewan, hasilnya membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut mengenai dampak paparan nikotin pada manusia.
Temuan ini juga mengingatkan bahwa keputusan terkait gaya hidup, termasuk penggunaan produk tembakau dan nikotin, tidak hanya memengaruhi kesehatan individu. Dalam jangka panjang, pilihan tersebut mungkin ikut membentuk kesehatan anak-anak di masa depan.
Referensi
"Father’s tobacco use may raise children’s diabetes risk." UC Santa Cruz. Diakses Maret 2026.
Stephanie Aguiar, Truman Natividad, Daniel Davis, Carlos Diaz-Castillo, Raquel Chamorro-Garcia, Exposure of male mice to nicotine leads to metabolic dysfunction in their male and female offspring, Journal of the Endocrine Society, Volume 10, Issue 4, April 2026, bvag033, https://doi.org/10.1210/jendso/bvag033.