ilustrasi dokter menjelaskan hasil pemeriksaan kesehatan kepada pasien di ruang konsultasi. (unsplash.com/Vitaly Gariev)
DXA dapat membantu menemukan kepadatan tulang rendah, mendukung penilaian risiko patah tulang, dan memantau pengobatan.
Sebuah tinjauan sistematis menemukan bahwa program skrining pada perempuan berusia 65 tahun ke atas yang berisiko lebih tinggi berkaitan dengan penurunan kecil angka patah tulang pinggul dan patah tulang osteoporosis mayor. Namun, program yang diteliti menggabungkan penilaian risiko dan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya tidak membuktikan bahwa DXA saja menghasilkan manfaat yang sama, dan bukti untuk skrining laki-laki masih terbatas.
DXA menggunakan sinar-X dengan dosis radiasi yang sangat rendah. Risiko paparan radiasi tetap perlu diperhitungkan, terutama pada perempuan hamil atau mungkin hamil.
Pemeriksaan di tulang belakang juga bisa kurang akurat pada sebagian orang dengan perubahan bentuk tulang, osteoartritis, atau riwayat operasi tulang belakang.
Jika dokter menyarankan tes kepadatan tulang, tanyakan bagian tubuh mana yang akan diperiksa, apa arti hasilnya untuk kondisi pribadi, dan kapan perlu pemeriksaan ulang.
Referensi
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, “Bone Mineral Density Tests: What the Numbers Mean,” diakses 19 Oktober 2026.
RadiologyInfo.org, “Bone Density Scan (DEXA or DXA),” diakses 19 Oktober 2026.
International Society for Clinical Densitometry, “Official Positions 2023,” diakses 19 Oktober 2026.
U.S. Preventive Services Task Force, “Osteoporosis to Prevent Fractures: Screening,” diakses 19 Oktober 2026.
Leila C. Kahwati, Catherine E. Kistler, Gregory Booth, et al., “Screening for Osteoporosis to Prevent Fractures: A Systematic Evidence Review for the US Preventive Services Task Force,” JAMA 333, no. 6 (2025): 509–31, https://doi.org/10.1001/jama.2024.21653.