ilustrasi tidur (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Membiasakan tidur lebih teratur sebelum puasa membantu tubuh memasuki bulan puasa dalam kondisi yang lebih siap. Waktu istirahat yang cukup membuat tubuh memiliki cadangan energi dan daya tahan yang lebih baik. Adaptasi terhadap sahur dan puasa pun terasa lebih ringan.
Alih-alih sengaja tidur larut, penyesuaian jam tidur secara perlahan justru lebih masuk akal untuk kesehatan. Dengan tubuh yang cukup istirahat, rasa lemas di awal puasa bisa diminimalkan. Tips persiapan puasa yang sederhana ini sering terlupakan, padahal dampaknya cukup besar bagi kenyamanan berpuasa.
Tidur larut seminggu sebelum puasa bikin badan lemas, walau memang tidak selalu langsung terasa dampaknya. Rasa lemas sering kali berakar dari kondisi tubuh yang sudah kurang istirahat sejak awal. Jika persiapan puasa tidak hanya soal makanan, tetapi juga soal tidur, apakah kebiasaan tidur saat ini sudah cukup mendukung tubuh untuk menjalani puasa dengan lebih nyaman?
Referensi:
"Recommended time, duration and type of exercise during fasting month" UNESA. Diakses pada Februari 2026
"The Effect of Fasting on Sleeping: Tips on Sleeping Well for a Better Ramadan" Almadina. Diakses pada Februari 2026
"5 Important Things to Do to Keep Your Body Fit During Fasting" EMC. Diakses pada Februari 2026