ilustrasi olahraga (unsplash.com/brucemars)
Tidak ada obat untuk semua jenis MS, tetapi ada cara untuk mengelola gejala dan memperlambat perkembangannya. Tumefactive MS merespons dengan baik terhadap kortikosteroid dosis tinggi. Obat-obatan ini mengurangi peradangan dan rasa sakit.
Tumefactive MS pada akhirnya dapat berkembang menjadi relapsing-remitting MS (RRMS). Remisi mengacu pada periode di mana gejala hilang.
Setelah seseorang mengembangkan RRMS, terapi modifikasi penyakit (disease-modifying therapies/DMT) dapat dimulai. Obat-obatan ini mengurangi aktivitas dan memperlambat perkembangan MS.
DMT bisa diberikan secara oral, melalui suntikan, atau secara intravena di bawah kulit atau langsung ke otot. Beberapa contohnya termasuk:
- Dimethyl fumarate (Tecfidera).
- Glatiramer acetate (Copaxone, Glatopa).
- Interferon beta-1a (Avonex, Rebif).
- Ofatumumab (Kesimpta).
- Teriflunomide (Aubagio).
Tumefactive MS dapat menyebabkan gejala lain, seperti depresi dan sering buang air kecil. Tanyakan kepada dokter tentang obat-obatan untuk mengelola gejala spesifik ini.
Modifikasi gaya hidup dan terapi komplementer juga dapat membantu mengelola MS. Olahraga ringan dapat membawa perbaikan terhadap gejala berikut ini:
- Kelelahan.
- Suasana hati.
- Fungsi kandung kemih dan usus.
- Kekuatan otot.
Targetkan untuk olahraga 30 menit setidaknya tiga kali per minggu. Namun, bicarakan dengan dokter terlebih dulu sebelum memulainya atau mencoba olahraga baru. Yoga dan meditasi juga dapat membantu mengelola stres. Stres mental dan emosional dapat memperburuk gejala MS.
Pengobatan alternatif lain adalah akupunktur. Akupunktur dapat secara efektif meredakan:
- Nyeri.
- Kondisi sekumpulan otot yang mengalami kontraksi secara terus-menerus (spastisitas).
- Mati rasa.
- Kesemutan.
- Depresi.
Tanyakan kepada dokter mengenai terapi fisik, terapi wicara, dan terapi okupasi jika MS membatasi gerakan atau memengaruhi fungsi tubuh.
Tumefactive multiple sclerosis adalah kondisi langka yang bisa sangat sulit untuk didiagnosis. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat berkembang dan menjadi melemahkan. Perawatan dapat membantu mengelola gejalanya.
Karena MS tidak ada obatnya, kekambuhan mungkin terjadi dari waktu ke waktu. Setelah penyakit mengalami remisi, seseorang mungkin bisa hidup berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa gejala dan menjalani kehidupan yang aktif dan sehat.