ilustrasi gorengan (vecteezy.com/Ika Rakhmawati Hilal)
Makanan manis memang terasa menyegarkan saat berbuka, tetapi konsumsi berlebihan dapat membuat gula darah naik dengan cepat lalu turun drastis. Kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas setelah makan. Karena itu, makanan manis sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah kecil.
Gorengan juga perlu dibatasi karena kandungan lemaknya membuat perut terasa penuh lebih lama. Minyak berulang dapat memperlambat proses cerna dan memicu rasa tidak nyaman. Selain itu, minuman berkafein berlebihan dapat meningkatkan rasa haus di malam hari. Mengurangi jenis makanan ini membantu tubuh tetap terasa ringan selama puasa.
Urutan makan saat buka puasa yang terbukti lebih sehat membantu tubuh kembali bekerja tanpa memberi beban mendadak pada lambung. Cara sederhana seperti minum lebih dulu, memberi jeda, hingga memilih makanan secara bertahap bisa membuat tubuh terasa lebih nyaman sepanjang malam. Jika kebiasaan kecil ini mulai diterapkan, bukankah buka puasa bisa terasa jauh lebih enteng?
Referensi
"What to Eat After Fasting (and What to Avoid), According to a Dietitian" GoodRX. Diakses pada Februari 2026
"Managing Your Eating Pattern During Fasting" UNAIR. Diakses pada Februari 2026
"What Are the Best Foods to Eat After Breaking a Fast?" Everyday Health. Diakses pada Februari 2026
"Breaking Your Fast the Healthy Way: A Guide to Ramadan Nutrition." SSMC. Diakses pada Februari 2026