Temuan dua studi ini memperkuat rekomendasi lembaga kesehatan internasional yang mendukung vaksinasi COVID-19 selama kehamilan. Risiko infeksi COVID-19 pada ibu hamil sendiri telah diketahui berkaitan dengan komplikasi lebih berat, termasuk preeklamsia dan kelahiran prematur.
Yang menjadi poin penting, vaksin tidak meningkatkan risiko keguguran dan justru berkaitan dengan penurunan risiko komplikasi serius.
Bagi ibu hamil, keputusan vaksinasi sering kali dilandasi rasa protektif yang kuat terhadap janin. Data ini membantu menempatkan keputusan tersebut dalam konteks ilmiah yang lebih solid. Sementara itu, bagi tenaga kesehatan, transparansi mengenai manfaat dan batasan studi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan.
Data terbaru menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 selama kehamilan tidak meningkatkan risiko keguguran dan justru berkaitan dengan penurunan risiko preeklamsia serta komplikasi maternal dan perinatal serius. Bukti ini berasal dari studi internasional berskala besar dan analisis registri nasional yang ketat.
Keputusan medis selama kehamilan memang tidak pernah sederhana. Namun, ketika data konsisten menunjukkan keamanan dan manfaat, itu layak menjadi dasar pertimbangan. Dengan informasi berbasis bukti, ibu hamil dapat membuat keputusan yang lebih tenang dan bijak.
Referensi
Paolo Ivo Cavoretto et al., “COVID-19 Vaccination Status During Pregnancy and Preeclampsia Risk: The Pandemic-era Cohort of the INTERCOVID Consortium,” EClinicalMedicine, February 1, 2026, 103785, https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2026.103785.
Sabrina A. Madni et al., “Risk of Spontaneous Abortion After mRNA COVID-19 Vaccination Received Just Prior to or During Pregnancy: Complete Data From CDC COVID-19 Vaccine Pregnancy Registry,” Vaccine 76 (February 18, 2026): 128340, https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2026.128340.
"Studies suggest COVID vaccination in pregnancy cuts risk of preeclampsia, doesn’t cause miscarriage." CIDRAP. Diakses Februari 2026.