Perbedaan penting lainnya adalah status vaksin dan opsi pengobatan.
Untuk Ebola, setidaknya satu vaksin telah disetujui dan digunakan dalam respon wabah besar di Afrika, serta ada beberapa terapi yang sudah menunjukkan manfaat klinis. Ini berarti meskipun Ebola tetap berbahaya, tetapi ada alat yang dapat membantu mengendalikan penyebaran dan menurunkan angka kematian.
Sebaliknya, sampai saat ini belum ada vaksin atau terapi antivirus yang secara luas disetujui untuk digunakan di masyarakat umum terhadap infeksi virus Nipah. Meski berbagai kandidat vaksin dan terapi sedang dalam pengembangan, tetapi semuanya masih dalam penelitian lanjutan. Tanpanya, risiko klinis virus Nipah menjadi lebih sulit diatasi jika terjadi wabah besar.
Ebola dan Nipah sama-sama sangat mematikan, tetapi para ilmuwan melihat kedua virus ini dari perspektif risiko yang berbeda:
Ebola memiliki sejarah transmisi manusia-ke-manusia yang kuat dan wabah besar yang telah dipelajari, tetapi kini ada vaksin dan terapi yang membantu mencegah serta mengendalikan penyebarannya.
Nipah, meskipun secara tradisional kurang menular antarmanusia, tetapi memiliki kombinasi tingkat fatalitas tinggi, kemampuan menyerang sistem saraf pusat, reservoir hewan luas, dan keterbatasan alat medis yang membuatnya menjadi topik perhatian serius dalam strategi kesiapsiagaan global.
Tidak cuma melihat angka fatalitas, para ahli juga menyoroti pola penularan, target jaringan tubuh, kemampuan virus bermutasi, serta kesiapan respons medis. Dan dalam konteks itu, virus Nipah muncul sebagai ancaman multifaset yang memerlukan studi lanjutan, surveilans ketat, dan investasi riset global.
Referensi
"Nipah virus." World Health Organization (WHO). Diakses Januari 2026.
"Ebola disease." WHO. Diakses Januari 2026.
"Scientists Uncover Structure of Critical Component in Deadly Nipah Virus." Harvard Medical School. Diakses Januari 2026.
Side Hu et al., “Structural and Functional Analysis of the Nipah Virus Polymerase Complex,” Cell 188, no. 3 (January 20, 2025): 688-703.e18, https://doi.org/10.1016/j.cell.2024.12.021.
Rishav Madhukalya et al., “Nipah Virus: Pathogenesis, Genome, Diagnosis, and Treatment,” Applied Microbiology and Biotechnology 109, no. 1 (July 1, 2025): 158, https://doi.org/10.1007/s00253-025-13474-6.