ilustrasi minuman manis (pexels.com/Sóc Năng Động)
Ada beberapa dampak hidden sugar terhadap energi dan gula darah, di antaranya:
Begitu hidden sugar masuk ke saluran pencernaan, tubuh merespons dengan cepat meningkatkan gula darah karena gula tambahan mudah diserap.
Penelitian tentang konsumsi gula dan respons glukosa menunjukkan bahwa gula tambahan menaikkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Untuk menjaga stabilitas, insulin dilepaskan dari pankreas untuk memindahkan gula ini dari darah ke sel, sebuah mekanisme yang, jika diulang terus-menerus, dapat membuat tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
Saat gula darah turun lagi setelah lonjakan awal, tubuh bisa mengalami apa yang umum disebut “sugar crash”, yakni kondisi yang ditandai dengan penurunan energi, rasa lapar mendadak, serta kesulitan berkonsentrasi, terutama beberapa jam setelah sahur atau makan besar.
Lonjakan cepat diikuti dengan penurunan gula darah sering membuat seseorang merasa lelah lebih cepat pada siang hari. Ini bukan karena tubuh tidak punya energi sama sekali, tetapi karena ritme gula darah yang tidak stabil.
Penelitian tentang hubungan gula, insulin, dan metabolisme menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dapat memengaruhi kesehatan metabolik secara keseluruhan, termasuk kontrol gula darah dan respons insulin.
Selama periode puasa yang panjang, tubuh sangat bergantung pada cadangan energi. Jika gula darah fluktuatif karena hidden sugar dalam menu sahur, tubuh mungkin akan lebih cepat menggunakan glikogen (cadangan gula), kemudian beralih lebih cepat ke pemecahan lemak, yang mana ini adalah sebuah proses normal tetapi bisa membuat rasa lapar dan kelelahan terasa lebih cepat.
Selain efek langsung pada energi harian, konsumsi gula tambahan berlebihan telah dikaitkan dengan risiko resistansi insulin, diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit kardiometabolik jangka panjang.
Sebuah tinjauan besar tentang dampak gula diet menemukan hubungan negatif yang kuat antara konsumsi tinggi gula tambahan dengan kesehatan kronis.
Bahkan walaupun efek tersebut berkaitan dengan konsumsi gula sepanjang waktu, tetapi munculnya pola yang sama, yaitu lonjakan gula darah di pagi hari dari hidden sugar saat sahur, dapat memberikan beban metabolik yang lebih besar ketika dilakukan berulang kali setiap hari puasa.