Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Yoghurt kemasan rasa stroberi untuk sahur.
ilustrasi yoghurt kemasan rasa stroberi untuk sahur (freepik.com.com/freepik)

Intinya sih...

  • Hidden sugar (gula tambahan yang tersembunyi dalam makanan/minuman) dapat menaikkan kadar gula darah cepat dan menyebabkan lonjakan serta penurunan energi pada siang hari.

  • Konsumsi gula berlebih, terutama gula tambahan, berhubungan dengan gangguan metabolik jangka panjang seperti resistansi insulin dan risiko diabetes tipe 2.

  • Memilih makanan rendah gula tambahan dan kaya akan serat serta protein saat sahur membantu stabilkan gula darah dan menjaga energi sepanjang puasa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menu sahur sering disiapkan dengan baik untuk memberi energi sebelum berpuasa panjang. Namun, kadang ada satu elemen yang sering luput, yaitu gula tersembunyi (hidden sugar), gula tambahan yang tidak terlihat jelas namun terkandung di banyak bahan makanan dan minuman. Bukan hanya gula pasir, tapi juga sirop, jus buah konsentrat, makanan kemasan, serta minuman rasa manis yang tampaknya sehat.

Walaupun puasa Ramadan berarti tidak makan atau minum sepanjang hari, tetapi apa yang kamu konsumsi saat sahur tetap memengaruhi stabilitas gula darah dan energi pada siang hari. Ketika hidden sugar dikonsumsi dalam jumlah banyak saat sahur, respons tubuh terhadap lonjakan gula darah bisa berdampak pada rasa lapar, cepat lelah, dan penurunan konsentrasi.

Studi tentang konsumsi gula menekankan bahwa tingginya asupan gula tambahan berkaitan dengan gangguan metabolik, termasuk resistansi insulin, risiko berat badan berlebih, dan masalah kadar gula darah.

1. Apa itu hidden sugar dan kenapa ini penting untuk diketahui?

Hidden sugar adalah gula tambahan yang ditambahkan pada makanan sepanjang proses produksi atau persiapan, tetapi tidak selalu jelas disebut sebagai “gula” pada label makanan.

Contohnya meliputi maltodextrin, sirop jagung fruktosa tinggi, konsentrat jus buah, dan sirop manis lain yang muncul sebagai komponen penyedap atau pengental. Semua ini tetap dianggap gula tambahan karena ditambahkan untuk meningkatkan rasa manis, bukan berasal secara alami dari buah atau susu.

Konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi cenderung memberikan kalori ekstra tanpa nutrisi yang berarti serta menyebabkan peningkatan cepat kadar gula darah setelah makan. Ini berarti tubuh harus bekerja ekstra melalui pelepasan insulin untuk menurunkan gula darah, lalu kadar gula turun kembali, sebuah proses yang dapat membuat kamu merasa lelah, lesu, dan lapar drastis setelah beberapa jam.

2. Dampak hidden sugar terhadap energi dan gula darah

ilustrasi minuman manis (pexels.com/Sóc Năng Động)

Ada beberapa dampak hidden sugar terhadap energi dan gula darah, di antaranya:

  • Lonjakan dan penurunan cepat gula darah

Begitu hidden sugar masuk ke saluran pencernaan, tubuh merespons dengan cepat meningkatkan gula darah karena gula tambahan mudah diserap.

Penelitian tentang konsumsi gula dan respons glukosa menunjukkan bahwa gula tambahan menaikkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Untuk menjaga stabilitas, insulin dilepaskan dari pankreas untuk memindahkan gula ini dari darah ke sel, sebuah mekanisme yang, jika diulang terus-menerus, dapat membuat tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Saat gula darah turun lagi setelah lonjakan awal, tubuh bisa mengalami apa yang umum disebut “sugar crash”, yakni kondisi yang ditandai dengan penurunan energi, rasa lapar mendadak, serta kesulitan berkonsentrasi, terutama beberapa jam setelah sahur atau makan besar.

  • Pengaruh terhadap energi selama puasa

Lonjakan cepat diikuti dengan penurunan gula darah sering membuat seseorang merasa lelah lebih cepat pada siang hari. Ini bukan karena tubuh tidak punya energi sama sekali, tetapi karena ritme gula darah yang tidak stabil.

Penelitian tentang hubungan gula, insulin, dan metabolisme menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dapat memengaruhi kesehatan metabolik secara keseluruhan, termasuk kontrol gula darah dan respons insulin.

Selama periode puasa yang panjang, tubuh sangat bergantung pada cadangan energi. Jika gula darah fluktuatif karena hidden sugar dalam menu sahur, tubuh mungkin akan lebih cepat menggunakan glikogen (cadangan gula), kemudian beralih lebih cepat ke pemecahan lemak, yang mana ini adalah sebuah proses normal tetapi bisa membuat rasa lapar dan kelelahan terasa lebih cepat.

  • Risiko jangka panjang jika konsumsi gula dalam jumlah tinggi terus berlanjut

Selain efek langsung pada energi harian, konsumsi gula tambahan berlebihan telah dikaitkan dengan risiko resistansi insulin, diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit kardiometabolik jangka panjang.

Sebuah tinjauan besar tentang dampak gula diet menemukan hubungan negatif yang kuat antara konsumsi tinggi gula tambahan dengan kesehatan kronis.

Bahkan walaupun efek tersebut berkaitan dengan konsumsi gula sepanjang waktu, tetapi munculnya pola yang sama, yaitu lonjakan gula darah di pagi hari dari hidden sugar saat sahur, dapat memberikan beban metabolik yang lebih besar ketika dilakukan berulang kali setiap hari puasa.

3. Cara mengenali dan mengurangi hidden sugar saat sahur

Untuk mencegah efek negatif pada energi siang hari, penerapan prinsip nutrisi sehat sangat penting:

  • Pilih makanan whole food (makanan utuh) seperti sayuran, protein berkualitas, karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, ubi) yang dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula cepat.

  • Hindari minuman manis dan jus kemasan walaupun terlihat sehat. Gula tambahan sering tersembunyi dalam minuman rasa dan beberapa yoghurt berasa buah.

  • Baca label nutrisi untuk menentukan berapa gram gula tambahan dalam makanan atau minuman.

  • Kombinasikan nutrisi dengan protein dan lemak sehat saat sahur sehingga proses pencernaan lebih lambat dan gula darah lebih stabil.

Dengan pendekatan ini, sahur tidak hanya memberikan energi cepat, tetapi juga energi yang lebih stabil dan tahan lama di sepanjang puasa.

Hidden sugar di menu sahur dapat memengaruhi kadar gula darah dan stabilitas energi pada siang hari yang panjang tanpa makanan dan minuman. Gula tambahan cepat diserap, menyebabkan lonjakan cepat diikuti penurunan tajam yang dapat membuat kamu merasa lemas, lapar, dan kesulitan fokus. Dengan memilih makanan rendah gula tambahan, tinggi serat, dan tinggi protein untuk sahur, tubuh memiliki peluang lebih besar untuk menjaga energi yang stabil sepanjang hari.

Editorial Team