ilustrasi pengukuran tekanan darah ambulatori (ABPM) (heartwest.com.au)
Pada orang yang dicurigai mengalami white-coat hypertension, perlu dilakukan pemeriksaan bernama pengukuran tekanan darah ambulatori (Ambulatory Blood Pressure Measurement/ABPM). Ini merupakan pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama 24 jam pada saat beraktivitas sehari-hari. Alat akan dipasang di lengan dan tekanan darah akan terukur tiap 20-30 menit selama 24 jam.
Dalam jurnal berjudul "White-Coat Hypertension" milik American Heart Association tahun 2013, pemeriksaan ABPM dilakukan pada orang yang diduga mengalami white-coat hypertension. Terdapat tiga kriteria yang harus terpenuhi, yakni sebagai berikut:
- Tekanan darah sebesar 140/90 mmHg ke atas pada minimal tiga kali pemeriksaan di waktu yang berbeda pada setting klinik atau ruang dokter;
- Tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg pada minimal dua kali pemeriksaan di luar setting klinik. Misalnya, pada orang yang rutin mengukur tekanan darah di rumah menggunakan alat miliknya;
- Tidak ada bukti kerusakan organ.
Seseorang dikatakan mengalami kondisi white-coat hypertension jika tekanan darah di setting klinik sebesar 140/90 mmHg ke atas. Sementara itu, tekanan darah 24 jam (ABPM) rata-rata kurang dari 130/80 mmHg.
Ketika diagnosis white-coat hypertension sudah benar terjadi, perlu dilakukan pengukuran ABPM secara berkala tiap 3-6 bulan sekali. Ini bertujuan untuk memonitor kondisi yang mungkin berkembang menjadi hipertensi sesungguhnya.