Menangis sering dipersepsikan sebagai tanda kesedihan, kelemahan, atau kehilangan kontrol emosi. Padahal, dari sudut pandang biologi dan psikologi, menangis adalah respons tubuh yang sangat terorganisir dan melibatkan banyak sistem—mulai dari otak, saraf otonom, hingga sistem hormonal.
Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa saat kamu menangis, tubuh tidak hanya bereaksi, tetapi juga berusaha menyeimbangkan diri. Beberapa perubahan yang terjadi terasa tidak nyaman, seperti napas tersengal atau kepala pusing, tetapi sebagian lainnya justru berperan dalam meredakan stres emosional. Menangis, dalam konteks yang sehat, adalah bagian dari mekanisme koping manusia.
