Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Penyebab Seks Terasa Sakit pada Perempuan, Apakah Berbahaya?
ilustrasi rasa sakit pada vagina saat berhubungan intim (unsplash.com/Wren Meinberg)

Hubungan seks seharusnya memberikan kepuasan dan kenikmatan bagi pasangan suami istri. Aktivitas di ranjang ini jika dilakukan secara rutin juga dapat merekatkan hubungan agar makin erat dan harmonis.

Namun di beberapa kasus, seks justru menimbulkan rasa sakit yang membuat gak nyaman. Biasa dialami para perempuan, rasa sakit yang timbul saat berhubungan intim bisa menjadi pertanda masalah kesehatan tertentu. Jika kamu mengalaminya, yuk, cari tahu penyebab di balik kemunculan rasa sakit saat seks berikut ini.

1. Kurang pemanasan atau foreplay

ilustrasi foreplay (pexels.com/Deon Black)

Sebelum "perang" di ranjang dimulai, organ keintiman perempuan harus dipersiapkan terlebih dahulu. Dalam hal ini, foreplay atau pemanasan diperlukan untuk merangsang produksi lubrikasi alami yang bertugas membasahi vagina. Tujuannya tak lain untuk mengurangi rasa gak nyaman yang timbul akibat gesekan saat penetrasi.

Pemanasan juga memerlukan waktu lebih lama dibanding agenda utamanya. Dilansir Everyday Health, durasi minimal foreplay yang disarankan ialah 10 menit. Namun jika kamu dan pasangan ingin quickie dan gak punya waktu banyak, gunakanlah cairan seperti minyak dan pelumas seks untuk membantu lubrikasi vagina.

2. Infeksi bakteri dan jamur

ilustrasi rasa sakit pada vagina saat berhubungan intim (pexels.com/Deon Black)

Jika organ kewanitaan sudah terangsang tapi rasa sakit tetap muncul, maka mungkin ada penyebab lain seperti infeksi bakteri dan jamur yang memicunya. Vagina merupakan organ yang rentan terinfeksi karena kondisinya lembap, terlebih jika kebersihannya kurang dijaga dengan baik. 

Mengapa infeksi bakteri dan jamur memicu rasa sakit pada vagina saat berhubungan seks? Dilansir The Every Girl, ini karena infeksi mengiritasi jaringan vulva pada vagina sehingga menyebabkan rasa sakit. Berhubungan intim dalam kondisi ini juga berisiko memperparah infeksi, meningkatkan rasa sakit, dan memperlama proses penyembuhannya.

3. Fluktuasi hormon

ilustrasi siklus menstruasi (freepik.com/freepik)

Apakah kamu menyadari bahwa vagina terasa lebih kering pada waktu-waktu tertentu pada siklus menstruasi? Dilansir Gynecology and Obstetrics Medical Group, ini bisa terjadi karena perubahan hormon, yakni rendahnya hormon estrogen. Akibatnya, vagina menjadi lebih kering dan terasa sakit saat berhubungan intim.

Solusinya, kamu bisa menggunakan pelumas seks yang tersedia di toko obat. Walau sudah dibantu dengan pelumas, tetap lakukan foreplay untuk membuat pasangan saling merasa nyaman, ya!

4. Adanya tekanan pada pelvic floor

ilustrasi perempuan sakit perut (pexels.com/Sora Shimazaki)

Pelvic floor atau sekelompok otot yang menyokong tulang panggul bertanggung jawab dalam pergerakan kantung kemih dan usus, menyokong sistem reproduksi, dan memungkinkan hubungan seks berjalan dengan baik. 

Sayangnya, tekanan pada organ ini menyebabkan rasa sakit saat berhubungan intim sehingga wanita merasa gak nyaman. Dijelaskan Peninsula Pelvic Floor Physiotherapy, tekanan yang membesar di area ini disebabkan karena otot terlalu tegang. Ini bisa terjadi saat wanita mengalami stres, kecemasan, atau vagisnismus, penyakit di mana vagina "menolak" penis. 

5. Iritasi pada organ kewanitaan

ilustrasi perempuan sakit perut (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seperti halnya infeksi, iritasi pada organ kewanitaan juga bisa menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seks. Dilansir National Health Service, ini bisa dipicu oleh spermisida atau alat kontrasepsi berbentuk gel yang dioleskan ke vagina dengan tujuan mencegah sperma membuahi sel telur, kondom lateks, atau alergi terhadap sabun dan sampo.

Saat hubungan seks terasa sakit, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui pemicunya. Dengan demikian, kamu bisa mengatasi permasalahannya sehingga hubungan rumah kembali menjadi intim seperti sedia kala.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team