ilustrasi penis (pexels.com/Deon Black)
Selain dari segi tampilan, ada beberapa hal lainnya yang membedakan penis yang disunat dengan yang tidak. Dirangkum dari Healthline dan Medical News Today, berikut ini perbedaannya, antara lain:
Bagi pria yang tidak disunat, mereka harus lebih memperhatikan kebersihan organ intim. Pasalnya, bagian bawah kulup tersebut rentan menjadi tempat berkumpulnya sel kulit mati, minyak dan bakteri. Akhirnya, kondisi ini akan menghasilkan smegma, yaitu bercak putih pada lipatan kulit penis yang tersusun atas penumpukan sel kulit mati dan sebum.
Jika tidak dibersihkan, smegma akan menimbulkan bau tak sedap dan juga iritasi yang berisiko memicu infeksi. Sementara, pria yang disunat yang membutuhkan sedikit waktu untuk membersihkan organ intim.
Sama seperti penjelasan sebelumnya, jika kulup pada penis merupakan bagian yang sangat sensitif terhadap sentuhan. Meskipun begitu, hal ini rupanya tidak mempengaruhi gairah maupun kualitas seks.
Menumpuknya smegma pada bagian kulup pria yang tidak disunat dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih serta balanitis. Oleh sebab itu, perlu perhatian ekstra untuk membersihkannya agar tak menjadi tempat berkumpulnya sel kulit dan bakteri.