ilustrasi hubungan seksual (unsplash.com/Womanizer Toys)
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, vagina bersifat elastis dan memiliki kemampuan untuk melakukan peregangan yang cukup saat berhubungan seks. Namun, ukurannya kembali normal setelah selesai melakukan aktivitas seksual.
Berhubungan intim secara teratur, tidak peduli seberapa sering kamu melakukannya, tidak akan menyebabkan vagina kendur atau mengalami perubahan lainnya. Jadi, kamu tidak bisa mengetahui apakah perempuan sering berhubungan seksual hanya dengan melihat vagina.
Aktivitas seksual yang terlalu sering mungkin akan memengaruhi vagina. Akan tetapi, hal ini lebih bisa dirasakan oleh perempuan itu sendiri. Dilansir Healthshots, berikut hal-hal yang akan terjadi pada vagina akibat terlalu sering berhubungan seks:
1. Kekeringan vagina
Kekeringan vagina bisa menjadi salah satu gejala pertama yang jelas dari sesi seks yang berlebihan. Kekeringan vagina lebih sering terjadi pada perempuan yang telah menopause, yang menyebabkan banyak ketidaknyamanan saat penetrasi dan kontak seksual.
2. Peradangan
Jika kulit luar, vulva, dan labia membengkak setelah berhubungan intim, kamu perlu beristirahat dari aktivitas seksual sampai merasa lebih baik.
3. Nyeri
Melakukan hubungan seks terlalu sering dapat menyebabkan nyeri pada alat kelamin. Namun, ini adalah hal yang wajar.
4. Sensasi terbakar
Sensasi terbakar pada vagina selama atau setelah berhubungan seks mungkin membuat kamu tidak nyaman dan menandakan kamu perlu beristirahat sejenak.
Tidak ada cara untuk mengetahui apakah miss V masih rapat atau tidak. Setiap vagina itu berbeda, begitu pula dengan elastisitasnya. Vagina mungkin terasa rapat dan kencang pada satu waktu, lalu terasa lebih longgar pada waktu lain. Yang jelas, ini tidak menunjukkan apakah seorang perempuan pernah atau sering berhubungan seksual.