Ketika berhenti dari penggunaan kontrasepsi hormonal, beberapa orang mungkin merasakan perubahan pada tubuhnya, seperti menjadi berjerawat, menstruasi yang tidak teratur, atau perubahan suasana hati. Para ahli menyebut kondisi ini dengan istilah post-birth control syndrome.
Post-birth control syndrome (PBCS) atau sindrom pascapengendalian kelahiran bukanlah kondisi medis tertentu. Melainkan hanya istilah untuk menjelaskan bahwa ada efek samping yang tidak diinginkan ketika berhenti dari penggunaan kontrasepsi hormonal tersebut.
Secara ilmiah, sindrom pascapengendalian kelahiran belum banyak diteliti. Tetapi secara anekdot, banyak perempuan yang melaporkan gejala-gejala terkait kondisi ini.
Apa saja yang terjadi ketika berhenti menggunakan KB hormonal dan apa yang menyebabkan efek samping tersebut muncul? Yuk, simak penjelasan lebih rincinya berikut ini!
