ilustrasi masalah ereksi (pexels.com/Deon Black)
Berbanding terbalik dengan disfungsi ereksi, priapisme adalah kondisi di mana ereksi terjadi dalam waktu yang terlalu lama atau tak kunjung hilang. Kondisi ereksi bisa berlangsung hingga berjam-jam dan terasa menyakitkan. Dijelaskan laman Cleveland Clinic, priapisme biasanya berlangsung lebih dari empat jam tanpa adanya gairah atau rangsangan seksual.
Priapisme terjadi karena aliran darah yang masuk ke penis saat ereksi tertahan dan tidak bisa dialirkan keluar. Kondisi ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu priapisme iskemik, non-iskemik, dan priapisme gagap (rekuren).
Priapisme iskemik
Priapisme ini terjadi akibat darah terperangkap di dalam penis dan tidak dapat dialirkan keluar. Ini adalah jenis paling umum dan sering membutuhkan intervensi medis sesegera mungkin. Adapun gejala yang ditimbulkan adalah:
Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam
Batang penis kaku, tetapi ujung penis (glans) lunak
Nyeri penis yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
Priapisme non-iskemik
Jenis priapisme ini terjadi ketika aliran darah melalui arteri tidak berfungsi dengan baik. Biasanya, pemicunya adalah trauma. Adapun gejalanya, meliputi:
Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam
Batang penis tegak tetapi tidak sepenuhnya kaku
Biasanya tidak disertasi rasa sakit.
Priapismus gagap (rekuren)
Priapisme gagap termasuk dalam jenis priapisme iskemik. Namun, kejadiannya dapat berlangsung secara berulang dan berkepanjangan. Priapisme gagap biasanya menyebabkan ereksi yang tidak diinginkan dan menyakitkan dalam waktu singkat, tetapi berkembang seiring waktu menjadi ereksi yang lebih sering dan lebih lama. Kondisi ini jarang terjadi dan biasanya memengaruhi penderita sel sabit.