ilustrasi pasangan usia lanjut (pexels.com/Gustavo Fring)
Tantangan kesehatan seksual umum terjadi pada perempuan seiring bertambahnya usia. Faktor pasangan memainkan peran penting dalam aktivitas dan kepuasan seksual perempuan.
Sayangnya, permasalahan seksual sering tidak disadari, tidak dikomunikasikan, dan tidak ditangani dengan baik. Di sinilah terapi seks bisa dimanfaatkan untuk perempuan lansia atau dengan pasangan, untuk bisa membantu menggali permasalahan seksual yang dialami.
Perempuan lansia dengan masalah seperti vagina kering dan nyeri saat berhubungan seks yang telah teridentifikasi memengaruhi fungsi seksual bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan pengobatan. Pasangan harus bersama-sama berkomitmen dalam memiliki komunikasi secara terbuka mengenai keinginan, kebutuhan, dan kondisi disfungsi seksual masing-masing. Keterbukaan bisa menjadi langkah awal untuk memulihkan kehidupan seks yang kembali menggairahkan.
Faktor penuaan dan kondisi kesehatan menjadi penyebab umum perempuan lansia enggan berhubungan seks. Meski demikian, penelitian telah menunjukkan ada faktor dimensi lain yang bisa memengaruhi gairah seksual lansia perempuan terkait hubungannya dengan pasangan.
Dengan mencari tahu potensi penyebab lansia tidak berminat bercinta, ini bisa membawa pada kemungkinan-kemungkinan solusi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan.
Penulis: Dian Rahma Fika Alnina